Revans Putra melepaskan tendangan ke gawang PSIM U16. (Persebaya)
Elite Pro Academy Super League U-16 2025/2026 | Matchday 3-1

Persebaya U-16 Tumbang, Coach Halil Soroti Penyelesaian Akhir

Persebaya U-16 harus harus mengakui keunggulan PSIM U-16 dengan skor 1-2 dalam lanjutan Elite Pro Academy Super League Grup B. Bertanding di Stadion Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Sabtu (18/4) pagi. 

Sempat unggul lebih dulu, Bajol Ijo gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir laga.

Sejak menit awal, Persebaya tampil agresif. Tekanan demi tekanan terus dibangun. Persebaya berkali-kali mengurung pertahanan PSIM.

Upaya itu berbuah hasil pada menit ke-17. Falerice Delano Putra Ariawan sukses mencetak gol pembuka usai memanfaatkan peluang di depan gawang. Skor 1-0 untuk Persebaya.

Selepas gol tersebut, Persebaya tidak mengendurkan serangan.

Kiper Green Force Yoga Putra Narendra menggagalkan peluang berbahaya dari PSIM, menjaga keunggulan Persebaya hingga turun minum. Skor 1-0 bertahan sampai jeda.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat. PSIM mulai berani keluar menyerang. Pada menit ke-54, gawang Persebaya akhirnya jebol lewat tendangan Andy Setiawan yang tak mampu diantisipasi Yoga. Skor berubah menjadi 1-1.

Sepuluh menit kemudian, PSIM kembali mencetak gol lewat Nicholas Sanjaya. Serangan cepat mereka berhasil mengubah skor menjadi 1-2.

Persebaya sempat mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas, namun sayangnya eksekusi dari Muhammad Faiz Ulin Nuha melambung tinggi di atas mistar gawang.

Di sisa waktu pertandingan, Persebaya terus menggempur pertahanan lawan. Namun, kurang maksimalnya penyelesaian akhir membuat peluang demi peluang terbuang percuma hingga peluit panjang dibunyikan.

Pelatih Persebaya U-16, Mat Halil, menilai anak asuhnya sebenarnya tampil cukup baik, terutama di babak pertama.

“Anak-anak sudah bermain sesuai rencana di awal. Kami bisa menciptakan banyak peluang dan unggul lebih dulu. Tapi memang di babak kedua, konsentrasi sedikit turun,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kegagalan memaksimalkan peluang sebagai faktor utama kekalahan.

“Peluang kita banyak, bahkan ada penalti. Tapi tidak bisa dikonversi jadi gol. Ini yang harus segera dibenahi. Di level seperti ini, finishing sangat menentukan,” tegasnya.

Meski kalah, Coach Halil tetap melihat sisi positif dari permainan timnya.

“Kami akan evaluasi, terutama dari sisi fokus dan penyelesaian akhir. Secara permainan, ada perkembangan. Tinggal bagaimana lebih efektif di depan gawang,” tambahnya. (*)

BERITA LAINNYA