KICK OFF: Kapolrestabes Surabaya Kombespol M. Iqbal menendang bola pertama pada pembukaan Kompetisi Internal Persebaya. Di belakangnya, (dari kiri) Candra Wahyudi (direktur Tim Persebaya), Soebodro (legenda Persebaya), Azrul Ananda (presiden klub), dan Saleh Hanifah (direktur amatir). (Foto: Angger Bondan/Jawa Pos)
Kompetisi Internal Kembali Bergulir

RODA pembinaan pemain muda Persebaya mulai berputar. Sejak kemarin (18/2), kompetisi internal Persebaya diputar. Pembukaan kompetisi dilakukan oleh Presiden Klub Azrul Ananda di lapangan Persebaya, Jalan Karanggayam, Surabaya. Kapolrestabes Surabaya Kombespol M. Iqbal mendapat kehormatan menjadi penendang pertama pada laga pembuka antara Indonesia Muda dan Semut Hitam.

Dalam sambutannya, Azrul mengungkapkan rasa bangganya kepada 20 klub anggota Persebaya yang loyal terhadap pembinaan pemain muda. Dia pun terharu melihat pemilik, pelatih, dan pemain klub yang mati-matian terus memutar roda kompetisi ketika Persebaya pernah tak diakui PSSI.

Azrul menyampaikan telah memiliki sejumlah program untuk pembinaan pemain usia muda di internal Persebaya. Dia ingin menjadikan kompetisi internal melahirkan banyak pemain bintang. ''Kita sudah punya modalnya, tinggal menjalankan saja. DBL saja bisa jadi seperti sekarang, apalagi kompetisi sebesar ini. Saya yakin pasti bisa lebih,'' kata pria yang pernah berlatih di klub Indonesia Muda itu.

Direktur Amatir Persebaya Saleh Hanifah menjelaskan, kompetisi tahunan itu digelar hingga November mendatang. Terdapat 184 pertandingan dengan sistem grup di awal kompetisi. ''Sebanyak 20 klub dibagi dua grup. Jadi, anak-anak muda ini bisa punya pengalaman bertanding yang banyak,'' bebernya.

Pada laga grup A kemarin, Indonesia Muda berhasil mengalahkan Semut Hitam dengan skor telak 3-0. Dikomandoi tiga pemain seleksi Persebaya, yakni Rachmat ''Rian'' Irianto, Handoko Prasetyo, dan M. Irvan, Indonesia Muda mendominasi pertandingan. Tim asuhan Seger Sutrisno itu terus menggempur pertahanan M. Malek dkk.

Namun, kiper Semut Hitam Stevano A. Pieter berhasil memuntahkan tembakan-tembakan keras para pemain Indonesia Muda. Kebuntuan pecah pada menit ke-20. Indonesia Muda mendapat hadiah penalti. Rachmat ''Rian'' Irianto yang menjadi algojo berhasil menceploskan bola ke sudut kanan gawang Stevano. Di babak kedua, dominasi klub yang berdiri sejak 1930 itu menggila. Bahkan, pemain Semut Hitam dipaksa main setengah lapangan. Alhasil, Indonesia Muda berhasil menambah dua gol melalui Yangky F. dan Handoko Prasetyo.

Pelatih Semut Hitam Reynold Pieters kecewa dengan kekalahan tersebut. Dia tidak menampik anak asuhnya bermain di luar kontrol sepanjang pertandingan. ''Kami akan evaluasi supaya hasil seperti ini tidak terulang lagi,'' ungkapnya.

Seger Sutrisno juga belum puas dengan permainan anak asuhnya. Penyelesaian yang kurang sempurna membuat banyak peluang terbuang. ''Kami asah lagi penyelesaian akhir. Ini tadi sebenarnya bisa 10-0,'' beber mantan pemain Persebaya itu.

Story  provided by Jawa Pos

BERITA LAINNYA