Gelandang serang Persebaya Makan Konate (tengah) merayakan gol bersama David Aparecido da Silva dan Mahmoud Eid sembari menghampiri tribun yang ditempati Bonek. Persebaya tampil apik sepanjang turnamen Piala Gubernur Jatim 2020 hingga keluar menjadi juara setelah menang 4-1 atas Persija Jakarta di Stadion Gelora Delta Sidoarjo sore tadi. (Persebaya)
After Match Press Conference Final Piala Gubernur Jatim: Persebaya 4-1 Persija
Juara Bonus, Terpenting Jajal Semua Pemain

Persebaya berhasil keluar sebagai juara turnamen Piala Gubernur Jatim 2020. Dalam final yang diselenggarakan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Bajol Ijo mengalahkan Persija dengan skor meyakinkan 4-1.

Menurut Aji Santoso, totalitas pemain-pemainnya-lah yang menjadi rahasia kesuksesan Persebaya di turnamen ini. "Memang sebenarnya manajemen tidak memasang target di turnamen ini, tapi sebelum turnamen ini diputar saya sampaikan bahwa meskipun tidak ditarget kami akan berusaha maksimal dan Alhamdulillah bisa juara," ungkap Aji.

Terbukti, sepanjang turnamen PGJ Persebaya sudah menurunkan hampir seluruh pemainnya. Rotasi dan kombinasi antara pemain muda dengan pemain berpengalaman membuat Bajol Ijo menorehkan empat kemenangan dan satu kekalahan. Bahkan Persebaya tampil mengejutkan di laga pembuka lawan Persik. Padahal, saat itu Aji banyak menurunkan pemain-pemain muda seperti Hambali Tholib, Rizky Ridho, Supriadi, dan Koko Ari.

"Ini yang patut saya banggakan, selain saya kepengen berprestasi, saya akan berusaha memunculkan pemain-pemain muda ini agar maksimal," kata Aji.

Tidak hanya memasang pemain muda, pelatih berusia 49 tahun tersebut melakukan beberapa eksperimen dengan menempatkan pemain di posisi baru. Abu Rizal dan Alwi Slamat sempat diplot menjadi bek kiri untuk menyiasati ketatnya jadwal.

Meski menjuarai turnamen pra musim namun Aji tetap mengingatkan bahwa target utama adalah kompetisi yang mulai bergulir 29 Februari nanti. "Ini kerja keras semua dari manajemen, pelatih, pemain, mudah-mudahan ini akan berlanjut di kompetisi nanti, karena target kami di kompetisi, harus lebih baik dari musim kemarin, terang pelatih yang pernah menangani timnas Indonesia tersebut. "Ini suatu pelajaran bagus untuk kompetisi nanti, paling tidak anak2 tampil konsisten spanjang kompetisi," pungkasnya.

Trofi Piala Gubernur Jatim menjadi trofi pra musim kedua Persebaya sejak dipulihkan statusnya. Pada tahun 2017 Persebaya sempat menjuarai Piala Dirgantara yang diselenggarakan di Sleman, Jogjakarta. Uniknya, di akhir musim Green Force bisa mengawinkan gelar tersebut dengan trofi juara Liga 2. (*)

BERITA LAINNYA