Stopper Persebaya Hansamu Yama Pranata bersimbah keringat saat melakoni sesi latihan di lapangan Sepakbola Yogyakarta Independen School (YIS), sore tadi. Para pemain Persebaya terus digenjot fisiknya selama di Yogyakarta. (Persebaya)
TC Persebaya Hari Kedelapan di Yogyakarta
Pemain Belajar Hal Baru

Penggawa Persebaya merasakan efek positif dari pemusatan latihan (TC) yang digeber di Yogyakarta. Skuat Bajol Ijo sudah delapan hari berlatih di Kota Pendidikan ini. Hansamu Yama Pranata dkk tetap enjoy meski lima hari sebelumnya terus digenjot fisiknya.

Gelandang muda Muhammad Kemaluddin mengaku terkesan dengan program TC ini. Ia merasa kondisi fisiknya mengalami peningkatan. “Ya, saya cukup senang. Kami latihan setiap hari dan saya merasa mengalami progress yang bagus. Alhamdulilah, semuanya berjalan sangat lancar dan tidak ada masalah,” kata pemain yang akrab disapa Kemal ini.

“Mengenai program latihan, saya mulai menikmati setiap materi yang diberikan Coach Aji (Santoso). Begitu juga pemain lainnya. Saya juga bisa mendapat banyak belajar hal baru dari pemain-pemain yang lebih berpengalaman,” imbuhnya usai sesi latihan di lapangan Sepakbola Yogyakarta Independen School (YIS), sore tadi.

Muhammad Kemaluddin (kiri) berebut bola dengan penyerang Patrich Wanggai pada sesi latihan Persebaya di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pagi tadi. (Persebaya)

Rasa kebersamaan serta kekeluargaan di tim Bajol Ijo membuat Kemal dan pemain lain dapat menikmati program yang dirancang tim pelatih. “Tidak ada beban atau bosan di sini. Inikan kewajiban kami sebagai pemain menjalani semua program TC. Kami enjoy saja,” tutur pemain asal kota Temanggung, Jawa Tengah ini.

Hal senada disampaikan gelandang senior Rendi Irwan. Ia mengakui materi-materi latihan selama TC menguras fisik. “Kami mengikuti dengan serius, meski capek. Tetapi itu harus dilakukan sebagai pemain profesional. Nantinya (progress) kami akan dilihat saat pelatih menjadwalkan uji coba di Surabaya,” sebutnya.

Sementara itu, pelatih Persebaya Aji Santoso merencanakan memoles taktik dan strategi di Surabaya. Selama di Yogyakarta, tim kebanggaan Bonek dan Bonita ini terus meningkatkan kondisi fisik. “Ini tadi pemahaman organisasi bertahan yang melibatkan pemain depan. Kami baru akan masuk materi taktikal secara detail saat kembali ke Surabaya,” cetusnya. (*)

 

BERITA LAINNYA