HAT-TRICK: Striker Persebaya Irfan Jaya (kiri) berupaya mengelabui kiper Al Rayyan Umar Faruq dalam pertandingan uji coba di Gelora Bung Tomo, Surabaya, tadi malam (13/4). (Foto: Angger Bondan/Jawa Pos)

Lepas Sudah Beban Irfan Jaya

PERSEBAYA Surabaya sudah bisa lebih tenang dan berfokus menyongsong laga pertama Liga 2 pekan depan. Tim asuhan Iwan Setiawan itu melewati pramusim dengan baik dan gol akhirnya tercipta dari kaki striker mungil Irfan Jaya tadi malam di Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Ya, dalam uji coba pemungkas, Persebaya memilih untuk melawan klub internal Persebaya, Al Rayyan dan Indonesia Muda (IM). Juga, laga itu dilaksanakan malam agar menjadi simulasi buat pertandingan selama Liga 2.

Persebaya menang 5-0 atas Al Rayyan dan hanya menuai hasil 1-0 dari laga melawan IM. Tidak menggunakan format biasanya, uji coba kemarin dibagi dalam waktu 3x30 menit. Ketentuannya, melawan Al Rayyan 30 menit, IM 30 menit, lalu 30 menit sisanya dibagi rata antara Al Rayyan dan IM.

Irfan, pemain yang selama ini menjadi andalan utama lini serang seiring cederanya Rachmat Afandi, tampil hebat tadi malam. Berakhir sudah puasa golnya dalam enam pertandingan pramusim terakhir yang dilakoninya.

Mantan striker PSM Makassar U-21 itu mencetak hat-trick pada menit ke-8, ke-11, dan ke-26 saat menang 4-0 atas Al Rayyan. Satu gol lain dicetak Oktafianus Fernando pada menit ke-15. Itu terjadi pada 30 menit pertama.

"Satu yang saya rasakan sekarang, plong. Ternyata, saya masih bisa cetak gol," kata Irfan, kemudian tertawa. "Saya juga percaya, saat-saat nihil gol beberapa pertandingan kemarin adalah proses untuk bisa lebih baik lagi. Sebab, yang cepat naik pasti cepat turun. Saya tidak mau jadi seperti itu," imbuh penyerang 20 tahun itu.

Sedangkan satu-satunya gol ke gawang IM diciptakan Mei Handoko Prastiyo pada menit ke-25 dalam 30 menit kedua. Pada 30 menit ketiga saat melawan Al Rayyan, satu gol lain dicetak Thaufan Hidayat pada menit kelima.

"Pertandingan tadi (kemarin, Red) sangat penting. Kami mampu mencetak 4 gol dalam 30 menit pertama," kata Iwan setelah pertandingan. "Terlepas dari dua tim yang kami hadapi adalah low level, mereka terbukti bisa menyulitkan kami. Terutama di 30 menit kedua, saat melawan IM," sambung Iwan.

Pernyataan pelatih asal Medan tersebut memang benar. Di luar dugaan, IM mampu mengimbangi permainan Persebaya. Padahal, yang diturunkan pada laga 30 menit kedua itu adalah pemain inti klub berjuluk Green Force tersebut.

Sebenarnya Persebaya punya kesempatan memperlebar kemenangan setelah dihadiahi penalti oleh wasit karena salah seorang bek IM melakukan handsball. Sayang, Ridwan Awaludin yang bertindak sebagai algojo gagal menjalankan tugasnya.

Sepakan ala Panenka yang dia lakukan melambung di atas mistar gawang. "Para pemain tidak boleh merasa di atas angin meski sudah unggul atau melawan tim dengan kualitas di bawah. Sikap meremehkan seperti itu harus dibuang di kompetisi nanti," tegas Iwan. (io/c11/ham)

<

Story provided by Jawa Pos

<

BERITA LAINNYA