Upaya full back Persebaya Novan Setya Sasongko (kanan) mengirim umpan mendapat halangan dari gelandang PSM Makassar Marc Anthony Klok pada laga di Stadion Andi Mattalatta, Matoangin, malam ini. Persebaya harus mengakui ketangguhan PSM dengan skor 2-1. (Persebaya)
Djanur Soroti Lemahnya Antisipasi Bola Crossing
Djanur Menanti Yama-Ruben di Laga Kontra Tira-Kabo

Ambisi Persebaya meruntuhkan rekor negatif di Makassar masih harus dipendam. Perjuangan Green Force bisa diredam PSM Makassar dengan skor 2-1 pada pekan kesembilan Shopee Liga 1 2019 di Stadion Andi Mattalatta, Matoangin, malam ini.

Dua gol PSM diciptakan lewat sundulan. Gol pertama melalui kepala Nke Ondoua Guy Junior memanfaatkan umpan Willem Jan Pluim di dalam kotak penalti menit ke-18. Kemudian giliran kepala Ferdinan Alfred Sinaga memaksimalkan umpan crossing Muhammad Syamsuddin Rachmat di menit 68. Sementara Persebaya sempat menyamakan kedudukan melalui kaki Irfan Jaya pada menit ke-41.

Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman mengakui lini belakang tim besutannya belum maksimal lantaran sudah kebobolan enam kali di tiga laga terakhir. Sebelumnya, Persebaya ditahan imbang 2-2 oleh Barito Putera (9/7), kalah 2-1 dari PSS Sleman (13/7).

Djanur lantas menjelaskan jika Otavio Dutra dkk kalah malam ini karena gagal mengantisipasi umpan-umpan silang PSM. “Dua gol PSM seharusnya tidak perlu terjadi. Kembali penjagaan di pertahanan kami kurang ketat ketika mendapat ancaman bola crossing,” ungkap Djanur dalam sesi jumpa pers setelah pertandingan.

“Saya pikir ini situasi yang kurang baik karena kami sudah kebobolan enam kali dari tiga laga. Kami tetap akan berbenah meski waktu yang tersedia cukup mepet. Saya akan memaksimalkan kesempatan yang ada dengan baik. Selain itu saya harap Ruben Sanadi dan Hansamu Yama bisa tampil di laga berikutnya (lawan PS Tira-Persikabo) sehingga ada tenaga baru di tim kami,” beber pelatih asal Majalengka ini.

Lebih lanjut Djanur menegaskan jika Bajol Ijo sempat bersyukur begitu Irfan Jaya memutus rekor tidak pernah mencetak gol selama 15 tahun. Pelatih berusia 60 tahun ini menilai para pemain sudah berjuang maksimal. “Ya memang saya bersyukur karena bisa membalas gol, dan saya pikir ini kebangkitan kami, malah kami kalah. Tetapi bagaimana pun pemain sudah berusaha maksimal, hanya hasilnya tidak berpihak kepada kami,” tandasnya.

Sementara itu, winger Persebaya Irfan Jaya mengatakan jika Juku Eja, julukan PSM, bermain cukup bagus. Dia juga mengaku takjub dengan dukungan suporter kedua tim. “Saya dan teman-teman sudah berjuang di laga ini, apapun hasilnya kami tetap syukuri. Saya juga senang suporter kedua tim bisa membaur satu tribun. Saya berharap ini terus terjaga,” jelasnya. (*)

 

 

BERITA LAINNYA