Ibunda almarhum Eri Irianto, Musriatin (dua dari kanan), saat menerima polis asuransi jiwa dan kesehatan dari Fanzah Priyo, branch coordinator Reliance, ketika ditemui di kediamannya siang tadi. (Persebaya)
Musriatin, Ibunda Almarhum Eri, Terus Doakan Persebaya Juara
Keluarga Berterima Kasih, Nomor 19 Selamanya untuk Eri Irianto

Ibu Musriatin terus mendoakan agar Persebaya meraih gelar juara. Hal itu disampaikan ibunda almarhum Eri Irianto itu saat menerima rombongan Persebaya bersama official partner Reliance di rumahnya di Krian, Sidoarjo, siang ini.

”Kami sekeluarga selalu berdoa yang terbaik untuk Persebaya. Seperti yang saya sampaikan di stadion dulu (Gelora Bung Tomo), agar Persebaya juara,” kata Musriatin.

Ya, pada April lalu Musriatin menonton di GBT. Sosok berkaca mata itu diundang khusus manajemen karena pertandingan Persebaya kala itu melawan Madura United bersamaan dengan peringatan meninggalnya Eri Irianto.

Musriatin, ibunda almarhum Eri Irianto, didampingi Nur Rohman, adik kandung Eri, dan ditemani Presiden Klub Persebaya Azrul Ananda (kanan) menyempatkan menyapa puluhan ribu Bonek yang memadati Stadion Gelora Bung Tomo sebelum pertandingan melawan Madura United, April lalu. (Persebaya)

Kunjungan Persebaya bersama Reliance sendiri untuk silaturahmi dan menyerahkan secara simbolis polis asuransi jiwa dan kesehatan untuk Musriatin. ”Semoga polis asuransi ini berguna untuk ibu,” kata Fanzah Priyo, branch coordinator Reliance.

Dalam silaturahmi tersebut, Persebaya menegaskan bahwa nomor 19 tetap diabadikan untuk Eri. ”Terima kasih untuk penegasan tersebut. Mas Eri ini memang anak ibu, tapi bisa dibilang sudah menjadi milik Indonesia dengan kiprahnya dulu,” kata Budi Santoso, adik ipar almarhum Eri.

Bonek Krian mendampingi Ibunda almarhum Eri Irianto, Musriatin, ketika dikunjungi di kediamannya oleh perwakilan manajemen Persebaya dan Reliance pagi tadi. (Persebaya)

Dalam pertemuan itu, keluarga Eri juga menunjukkan jersey klasik berwarna putih. ”Jersey ini dulu pernah dipakai mas Eri,” ucap Nur Rohman, adik kandung Eri.

Sejumlah Bonek dari Krian juga hadir dalam pertemuan tersebut. Keluarga berharap, kehadiran mereka bisa mempercepat berakhirnya polemik yang sempat muncul terkait nomor punggung Eri.

”Seperti tadi ditegaskan teman-teman dari Persebaya, nomor punggung mas Eri (19) akan tetap diabadikan untuk Eri. Kami rasa itu yang terpenting,” kata Budi.

Rencananya, keluarga Eri akan sering nonton di GBT. Termasuk Ibu Musriatin. Karena sudah sepuh, dia meminta difasilitasi di tribun VVIP. ”Kalau kami yang muda-muda biar di tribun biasa, gak asyik kalo nonton gak teriak-teriak,” ujar Budi. (*)

BERITA LAINNYA