Stopper tangguh Persebaya Hansamu Yama Pranata dipercaya sebagai model untuk memperagakan jersey alternate Persebaya dalam mengarungi kompetisi Liga 1 musim ini. Persebaya menggelar grand launching pada ajang fashion show bertajuk Surabaya Fashion Parade (SFP) 2019 di Convention Hall lantai 6 Tunjungan Plaza Surabaya 3, malam ini (24/4). (Persebaya)
Persebaya Grand Launching Jersey untuk Musim 2019
Karena Suroboyo Juga Suro, Bukan Hanya Boyo

Persebaya meluncurkan jersey untuk musim 2019 dengan wow. Bertempat di Atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya, grand launching seragam pertandingan Green Force itu dilakukan di panggung Surabaya Fashion Parade. Even fashion terbesar di Kota Pahlawan.

Jersey home (hijau), away (putih), dan alternate (hitam kombinasi hijau), diluncurkan semua. Jersey home sebenarnya sudah soft launching bersamaan dengan laga babak delapan besar Piala Presiden 29 Maret lalu. Namun, saat itu sponsor belum lengkap. Go-Jek yang baru bergabung baru terpasang dalam grand launching hari ini (24/4).

Bergabungnya Go-Jek menambah deretan partner Persebaya. Sebelumnya sudah ada Kapal Api sebagai main partner. Lalu Antangin, Reliance, MPM Honda, dan Safe Care, sebagai official partner.

Jersey alternate Persebaya sangat istimewa. Didesain oleh desainer asli Suroboyo, Alben Ayub Andal. Tak berlebihan jika launching-nya pun diselenggarakan di acara fashion akbar.

Hansamu Yama Pranata tampak gagah dalam balutan jersey alternate Persebaya yang diluncurkan pada ajang fashion show bertajuk Surabaya Fashion Parade (SFP) 2019 di Convention Hall lantai 6 Tunjungan Plaza Surabaya 3, malam ini (24/4). (Persebaya)

Alben menjelaskan, jersey alternate memiliki sejumlah cutting yang unik. Termasuk siluet Suro alias ikan hiu di bagian belakang.

”Rasanya Persebaya selalu Boyo. Padahal Suro juga bagian tak terpisahkan dari Surabaya dan Persebaya. Karena itu, saya tambahkan siluet Suro di bagian belakang jersey alternate. Boyo sudah terwakili dari bahan croco,” jelasnya.

Bagi Alben, ini adalah kali pertama merancang jersey klub sepak bola profesional di Indonesia. ”Tidak dibilang kesulitan ya, karena kita harus membuat desainnya dinamis dengan logo sponsor dan kali ini sukses,” ucapnya.

Jersey alternate ini juga menggunakan bahan Croco yang canggih, ditambah bahan microdot, membuat jersey ini lebih nyaman untuk pemain. Artinya teknologi yang diterapkan pada jersey home dan away tetap terpasang pada kostum ketiga Persebaya. “Hanya motif dan warna jersey ketiga yang berbeda, untuk teknologi tetap sama,” kata Direktur Bisnis Persebaya Lucia Cicilia.

Bahan Croco ini sudah digunakan Persebaya sejak di Liga 2 2017. Momen di mana Persebaya kembali ke kancah sepak bola tanah air. Bahan itu diproduksi eksklusif untuk Persebaya. Memiliki teknologi terkini yang dilengkapi dengan anti odor, anti UV, dan quick dry.

Siluet Suro di bagian belakang jersey alternate Persebaya yang diperagakan Hansamu Yama Pranata untuk mengarungi kompetisi Liga 1 musim 2019 ini saat grand launching pada ajang fashion show bertajuk Surabaya Fashion Parade (SFP) 2019 di Convention Hall lantai 6 Tunjungan Plaza Surabaya 3, malam ini (24/4). (Persebaya)

Irfan Jaya yang berkesempatan menjajal jersey alternate tak henti-hentinya kagum. Menurutnya jersey tersebut nyaman bagi mereka yang menggunakananya di lapangan meski harus beraktivitas dalam tempo tinggi selama pertandingan. ”Jersey ketiga ini cukup unik. Selain itu, motif jersey-nya juga sangat bagus dan nyaman dipakai,” pujinya.

Hal senada disampaikan Abdul Rohim yang takjub dengan jersey alternate kiper berwarna ungu. Ini baru pertama dalam sejarah Persebaya. ”Saya pikir ini juga hal yang unik ya warnanya ungu. Terlepas dari itu, saya suka dengan motif dan bahannya juga nyaman di pakai,” ucapnya.

Untuk kiper, ada tiga warna yang disiapkan. Selain ungu untuk alternate, juga ada warna hitam dan merah.

Presiden Persebaya Azrul Ananda bangga dengan grand launching jersey hari ini. ”Ini adalah kali pertama dalam sejarah jersey Persebaya didesain oleh desainer Surabaya,” katanya. ”Ke depan akan lebih banyak desainer maupun tokoh-tokoh di Surabaya yang akan dilibatkan dalam penciptaan merchandising Persebaya,” katanya.

Azrul mengungkapkan, proses pembuatan jersey alternate cukup panjang. Desainer dan tim Persebaya bekerja selama berbulan-bulan. ”Saya sangat suka, minimalis, tapi ciri Surabaya mampu dijaga Mas Alben dengan sangat baik,” pujinya. (*)

BERITA LAINNYA