Misbakus Solikin dalam sesi latihan Persebaya di Lapangan Jenggolo, Sidoarjo pada Rabu (15/11). (Satriowcs for Persebaya)
Menanti Head to Head Misbakus-Taufiq, Dua Pemain Jebolan Kompetisi Internal Pers
Misbakus: Mas Taufiq Salah Satu Gelandang Idola Saya

Adu hebat gelandang bertahan jebolan kompetisi internal Persebaya. Hal itu akan tersaji dalam laga Persebaya kontra Bali United Minggu nanti (18/11). Misbakus Solikin versus M. Taufiq. 

Misbakus adalah jebolan klub internal Al Rayyan. Sedangkan Taufiq meniti karir sepak bolanya di Fatahillah 354. Keduanya bahkan sama-sama membela Persebaya, pada musim 2012-2013 Indonesia Premier League (IPL).

”Mas Taufiq adalah senior saya. Banyak belajar dari dia dulu,” ucap Cak Mis, sapaan Misbakus seusai sesi latihan di Stadion Jenggolo tadi sore (14/11). ”Untuk gelandng bertahan, Mas Taufiq adalah salah satu idola saya,” lanjutnya.

Misbakus Solikin dalam sesi latihan Persebaya di Lapangan Jenggolo, Sidoarjo pada Rabu (15/11). (Satriowcs for Persebaya)

Taufiq cukup lama bersama Persebaya. Pada 2005 dia menjalani debut di Green Force. Ketika itu usianya masih 19 tahun. Taufiq adalah salah seorang pemain muda yang diorbitkan pelatih Persebaya kala itu Jacksen F. Thiago. Selain Taufiq ada Slamet Nurcahyo yang kini menjadi playmaker Madura United. Sempat pindah klub pada 2006-2008, pada 2008-2013 Taufiq kembali membela Green Force.

 

Sementara, Misbakus yang lebih muda lima tahun, memulai karir profesional pada 2009. Saat membela Persebaya pada 2012-2013, statusnya masih pemain magang. 

”Kalau di lapangan ya lakukan yang terbaik. Tidak ada motivasi bagaimana-bagaimana karena berhadapan dengan Mas Taufiq,” ujar Misbakus.

Sebagai gelandang bertahan, Misbakus dan Taufiq memiliki banyak kesamaan. Terutama dari segi postur. Body keduanya terbilang ”mini” untuk gelandang bertahan. Taufiq memiliki tinggi 164 cm. Sedangkan Misbakus 166 cm. Gaya main keduanya juga halus untuk seorang pemain jangkar. Beda dengan Hariono yang ada di Persib Bandung. 

Meski berpostur kecil dan main halus, Misbakus dan Taufiq adalah sosok gelandang jangkar tangguh. Mereka pintar membaca serangan lawan. Sebaliknya, mereka juga cerdas dalam membangun serangan.

”Badan saya memang kecil, makanya saya selalu menambah latihan untuk menambah masa otot,” kata Misbakus. ”Saya selalu siap menjalankan keputusan pelatih. Terpenting bagi saya adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin di posisi yang diberikan untuk saya,” ucapnya. (*)

 

 

 

BERITA LAINNYA