Osvaldo Haay mencetak tiga gol pertamanya untuk Persebaya pada pertandingan menghadapi Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo pada Kamis (26/10)
Wawancara Khusus Osvaldo Haay
Osvaldo, Antara Posisi Winger, Striker, Hingga Defender  

 Tanpa Robertino Pugliara dan David da Silva yang cedera, banyak pihak memprediksi Persebaya akan gembos. Namun, hal itu ternyata ujian dari Tuhan. Keikhlasan, keteguhan hati, dan perjuangan tak kenal lelah, membawa Green Force menemukan cahaya untuk keluar dari ”terowongan”. Osvaldo Haay muncul sebagai solusi pengganti Da Silva.

”Dipaksa” main sebagai striker dari posisi winger, Valdo malah meledak. Empat gol plus satu penalti dalam dua dua pertandingan menjadi bukti. Kecepatan dan ketangguhannya tak mampu dibendung bek-bek hebat Persib Bandung maupun Madura United.

Pemain 20 tahun asal Papua itu menceritakan bagaimana perasaannya di posisi baru itu. Berikut petikan wawancaranya:

 

Menjadi striker, apakah tidak sulit melakukan adaptasi?

Tidak. Sebelumnya posisi saya winger, tugasnya menyerang. Saat harus menjadi striker, tugasnya juga menyerang. Jadi tidak ada masalah. Saya mungkin akan kesulitan kalau diberi tugas bertahan. Sebagai pemain, saya akan menjalankan instruksi yang diberikan pelatih.

 

Empat gol dalam dua laga, satu gol ke gawang Persib dan tiga gol ke gawang Madura United, apa rahasianya?

Kunci paling utama adalah, saya merasa nyaman bermain di posisi sekarang. Mungkin karena rasa nyaman itu membuat saya bermain lepas tanpa beban dan bisa melakukan banyak hal di lapangan. Tapi, sekali lagi, saya bangga karena dalam tim ini ada banyak pemain pemain muda hebat, dan kami bisa bekerja sama dengan baik dalam lapangan.

 

Sebelumnya apakah pernah bermain sebagai striker?

Dulu ketika masih membela Persipura (2017) saya pernah juga dijadikan striker. Saat itu lumayan juga. Kalau tidak salah satu mencetak satu gol ke gawang Arema ketika dipasang sebagai striker di Persipura.

Selain menjadi striker, saya juga pernah dipasang sebagai bek kiri. Pokoknya apa keputusan pelatih akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya.

 

Kamu pernah dicoret dari timnas. Kini, Coach Djadjang Nurdjaman menyebut kamu layak untuk kembali masuk timnas. Bagaimana komentarmu?

Keluarga saya begitu bersedih dan terpukul ketika saya dicoret timnas. Saya sendiri juga sangat sedih setelah mendengar nama saya tidak lagi masuk dalam skuad besutan Luis Milla di Asian Games 2018. Tapi, situasi dalam sepak bola memang seperti roda hidup. Kadang kita berada di atas, tapi tidak menutup kemungkinan kita juga bisa berada di bawah.

 

Apa yang kamu lakukan dengan kondisi seperti itu?

Saya tidak menyerah dengan keadaan. Justru dengan tidak lagi di timnas, saya berusaha untuk bangkit. Latihan maksimal, dan berusaha sekuat tenaga untuk tampil maksimal bersama Persebaya. Saya sudah berkomitmen dalam lubuk hati saya untuk memberikan yang terbaik bagi tim ini.

 

Apa targetmu untuk Persebaya di sisa musim?

Kita harus berjuang habis-habisan dan memberikan segalanya bagi tim. Bagi saya, setiap pertandingan di sisa musim ini adalah final. Semua pemain harus memiliki komitmen kuat untuk membawa tim ini konsisten di jalur kemenangan. Semoga di akhir musim nanti, Persebaya bisa finish di papan atas klasemen.   

 

Kamu terlihat cukup fashionable dengan gaya casual saat di luar lapangan. Pakai kaos kaki patterned knit socks. Apa itu berkaitan dengan penampilan di dalam lapangan?

Iya dong. Karena dengan berpenampilan menarik di luar lapangan, secara otomatis mendongkrak kepercayaan diri saat bermain. Kebetulan saya punya beberapa teman yang selalu berpenampilan menarik, dan kami sering bertukar informasi tentang tren fashion masa kini. (*)

 

 

 

 

 

BERITA LAINNYA