Salah satu komunitas Bonek, Bonita Mama Kece, menggelar aksi sosial penggalangan dana korban bencana gempa dan tsunami yang menimpa Palu-Donggala di Stadion Gelora Bung Tomo kemarin sore (3/10). Aksi ini tidak berhenti di stadion saja, akan berlanjut di sejumlah titik strategis. (Satrio Wicaksono for Persebaya)
Kepedulian Bonek untuk Korban Bencana Palu-Donggala
Bonita Mama Kece Galang Dana di GBT

Ada aksi sosial yang terselip dalam uji coba terbuka Persebaya melawan PS Kota Pahlawan (KoPa) di Stadion Gelora Bung Tomo kemarin sore (3/10). Salah satu komunitas pendukung Persebaya, Bonita Mama Kece, menggelar aksi putar kardus untuk korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Bencana itu memang begitu memilukan. Palu dan sekitarnya diguncang gempa berkekuatan 7,4 skala ritcher (SR) yang berlanjut dengan tsunami pada 29 September lalu. Bangunan di Palupo rak-poranda. Ribuan meninggal dunia. Puluhan ribu lainnya terluka dan harus mengungsi.

“Sebenarnya untuk penggalangan dana di stadion kemarin spontanitas saja. Saya tahu dari suami yang kebetulan menjadi koordinator tribun (marshal suporter),” ujar Lila Dewi, salah satu pentolan Bonita Mama Kece.

Memang, hadirnya lebih dari seribu Bonek di GBT tidak direncanakan. Awalnya Persebaya berniat memberikan kesempatan pendukungnya untuk menyaksikan uji coba sebelum away ke kandang Arema FC Sabtu nanti. Karena Bonek tidak boleh datang ke Malang, dalam uji coba itu diharapkan mereka bisa memberikan dukungan moral.

Ternyata yang datang begitu banyak. Serasa pertandingan sesungguhnya. Sejumlah anggota Bonita Mama Kece lantas menggalang dana di tribun-tribun.

“Ini adalah aksi kepedulian buat saudara-saudara kita di Palu dan sekitarnya. Kami lihat di media sosial korban-korbam tsunami dan gempa, maka dari itu kami menggalang dana. Sebelumnya kami juga melakukan untuk bencana Lombok,” ujar Mama Lia, sapaan akrabnya.

Aksi sosial penggalangan dana yang dilakukan komunitas Bonita Mama Kece di Stadion Gelora Bung Tomo kemarin sore (3/10). (Satrio Wicaksono for Persebaya)

Dia menyebutkan dana yang terkumpul di stadion sebesar Rp 1,8 juta. Mama Lia mengaku aksi solidaritas ini tidak hanya terhenti di stadion. Pihaknya juga akan bergerak ke sejumlah titik strategis di Kota Pahlawan. “Kita tidak pernah mentarget harus dapat berapa, yang penting benar-benar untuk kegiatan sosial dan semampu kita,” bebernya. “Penyerahan dana bisa berupa uang, perlengkapan maupun sembako. Lihat perkembangan dan situasi kondisi,” imbuhnya.

“Batas aksi penggalangan dana sampai kesepakatan dengan perwakilan masing-masing tribun tercapai kata mufakat, kapan itu didistribusikan. Rencana untuk bencana yang Palu dan Donggala ini kami pakai satu nama, yaitu Bonek. Tidak atas nama tribun atau komunitas seperti yang di Lombok kemarin,” tandas Mama Lia. (*)

BERITA LAINNYA