Persebaya U-20 menunjukkan daya juang luar biasa saat menjamu Deltras FC U-20. Meski harus menuntaskan pertandingan dengan 10 pemain, Green Force Muda tetap tampil tajam dan menang telak 6-0 pada matchday ketujuh Grup C Elite Pro Academy (EPA) One 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (31/10).
Paulinus Apli Kapi menjadi salah satu sosok penting dalam kemenangan tersebut setelah mencetak dua gol. Sementara itu, empat gol lainnya disumbangkan Azzarel Nugraha, Sean Rahman, Rama Arifudin, dan Naufal Abdul Hakim.
Persebaya membuka keunggulan melalui Azzarel Nugraha pada menit ke-20. Sebelumnya, pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi hingga Deltras harus kehilangan satu pemain setelah menerima kartu kuning kedua pada menit ke-17.
Situasi tersebut membuat Persebaya memiliki keunggulan jumlah pemain. Namun, pertandingan kembali berjalan dengan kekuatan seimbang setelah Muhammad Rifat menerima kartu kuning kedua pada menit ke-35. Kedua tim pun harus melanjutkan laga dengan masing-masing 10 pemain.
Memasuki babak kedua, Persebaya tetap mampu menjaga ketajaman. Sean Rahman menggandakan keunggulan pada menit ke-48, disusul gol Rama Arifudin pada menit ke-62. Paulinus Apli Kapi kemudian mencatatkan gol keduanya untuk memperlebar jarak. Naufal Abdul Hakim menutup pesta gol Green Force Muda melalui gol pada menit ke-90+1.
Enam gol tanpa balas menjadi hasil menggembirakan bagi Persebaya. Namun, pelatih Mat Halil tetap memiliki sejumlah catatan untuk dibenahi. Ia menilai transisi permainan, terutama ketika kehilangan maupun merebut bola, serta kemampuan mengontrol emosi menjadi aspek penting yang harus terus diperhatikan.
“Alhamdulillah, kami bisa meraih kemenangan dengan skor yang cukup besar. Namun, masih ada beberapa hal yang harus dievaluasi. Dalam pertandingan dengan intensitas tinggi seperti ini, pemain harus bisa menjaga emosi dan tetap fokus. Transisi dari menyerang ke bertahan maupun sebaliknya juga harus berjalan lebih baik agar permainan tetap terkontrol,” kata Coach Halil.
Di sisi lain, legenda hidup Persebaya tersebut mengapresiasi mentalitas para pemain yang tetap berjuang setelah kehilangan satu pemain. Menurutnya, situasi itu menuntut seluruh anggota tim untuk bekerja lebih keras dan saling menutup ruang.
“Saya mengapresiasi perjuangan anak-anak. Meski bermain dengan 10 pemain, mereka tetap menunjukkan semangat dan tidak menyerah. Mereka mau bekerja untuk tim, menjaga kedisiplinan, dan terus berusaha sampai pertandingan selesai. Mental seperti ini harus dipertahankan,” tandasnya.
Tambahan tiga poin belum mengubah posisi Persebaya U-20 di klasemen sementara Grup C EPA One 2026/2027. Green Force Muda masih menempati peringkat keempat dengan koleksi 13 poin. (*)