Persebaya U-16 menunjukkan mental pantang menyerah saat menghadapi Persik Kediri U-16 pada matchday ketiga Grup C Elite Pro Academy (EPA) One 2026/2027. Sempat mendapat perlawanan sengit dari tim tamu, Green Force muda akhirnya mengunci kemenangan 3-2 di Lapangan ABC Gelora Bung Tomo, Sabtu (10/10).
Persebaya membuka keunggulan dengan cepat. Saat pertandingan baru memasuki menit kedua, gol bunuh diri pemain Persik membawa Bajol Ijo unggul 1-0. Namun, keunggulan tersebut belum membuat pertandingan berjalan mudah bagi tuan rumah.
Persik mampu memberikan perlawanan dan dua kali menjebol gawang Gibran Baihaqi. Persebaya pun harus bekerja keras untuk menjaga peluang meraih tiga poin di hadapan pendukungnya sendiri.
Menjelang akhir babak pertama, Ronald Luis mencetak gol pada menit ke-39 untuk menjaga daya saing Green Force muda. Perjuangan Persebaya berlanjut selepas turun minum. Hingga akhirnya, Jason Adiartha muncul sebagai penentu melalui golnya pada menit ke-72. Gol tersebut memastikan Persebaya menang 3-2 setelah melewati pertandingan yang tidak mudah.
Selepas laga, pelatih Persebaya U-16, Khabib Syukron, mengakui kemenangan ini masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah. Salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah kemampuan pemain dalam menghadapi lawan yang menerapkan strategi low block atau bertahan dengan garis pertahanan rendah.
“Alhamdulillah, kami bersyukur bisa mendapatkan tiga poin. Namun, dari pertandingan ini terlihat bahwa anak-anak masih perlu belajar menghadapi tim yang bermain dengan low block. Ketika lawan menumpuk pemain di area pertahanan, kami harus lebih sabar, lebih cermat mencari ruang, dan tidak terburu-buru mengambil keputusan,” jelas Coach Khabib.
Sepanjang pertandingan, Persebaya berusaha mengambil inisiatif permainan. Revans Dwinanda dan kolega beberapa kali membangun serangan untuk membongkar pertahanan Persik. Pergerakan dari sisi sayap hingga kombinasi di area depan kotak penalti terus dicoba, tetapi rapatnya barisan pertahanan lawan membuat penyelesaian serangan tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Bagi Coach Khabib, situasi tersebut menjadi bagian penting dari proses pembelajaran tim. Menurutnya, para pemain perlu memahami bahwa dominasi permainan harus diikuti dengan efektivitas dalam memanfaatkan peluang.
“Banyak pelajaran yang kami dapatkan hari ini. Menguasai permainan saja tidak cukup kalau kami tidak bisa memaksimalkan peluang. Anak-anak harus belajar membaca situasi, menjaga ketenangan, dan menemukan solusi ketika ruang bermain sangat terbatas. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami ke depan,” tuturnya.
Di sisi lain, Coach Khabib juga mengapresiasi respons para pemain yang tetap berjuang meski pertandingan berjalan sulit. Kemampuan untuk terus mencari gol hingga akhirnya mengamankan kemenangan menjadi modal berharga bagi perkembangan mental tim.
“Saya mengapresiasi semangat anak-anak yang terus berjuang sampai akhir. Mereka tidak menyerah dan tetap berusaha mencari kemenangan. Tentu kami senang dengan hasil ini, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana mereka mengambil pelajaran dari pertandingan dan terus berkembang,” pungkas Coach Khabib. (*)