Fachri Pamungkas dan Arka Bryprasetyo dalam sesi latihan game. (Persebaya)

Persebaya U-18 masih berjuang keluar dari periode sulit di ajang Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026. Hingga pekan keenam, tim besutan Lulut Kistono itu baru mengemas satu kemenangan dan menelan tiga kekalahan dari empat laga yang sudah dijalani.

Hasil tersebut membuat Persebaya U-18 sementara berada di posisi ke-8 klasemen dengan koleksi tiga poin. Selain itu, lini pertahanan menjadi catatan penting setelah tim kebobolan 13 gol.

Pelatih Persebaya U-18 Lulut Kistono mengakui menilai anak asuhnya sudah memiliki potensi, namun masih sering kehilangan fokus di momen-momen krusial.

“Kami sudah evaluasi secara menyeluruh. Masalah utama ada di konsentrasi dan komunikasi, terutama saat bertahan. Tapi saya lihat semangat anak-anak untuk memperbaiki diri sangat besar,” kata dia.

Menurutnya, aspek mental juga menjadi perhatian utama. Penting bagi para pemain muda untuk tetap percaya diri meski hasil belum sesuai harapan.

“Kami tidak mau larut dalam hasil. Ini bagian dari proses pembentukan karakter. Saya ingin mereka tetap bekerja keras dan belajar dari setiap pertandingan,” ujarnya.

Sementara itu, Persebaya U-18 dijadwalkan melakoni laga tandang ke markas Madura United di Madura United Training Ground, Sabtu (1/11) dan Minggu (2/11). Ia berharap momentum tersebut bisa menjadi titik balik bagi tim muda Bajol Ijo untuk kembali ke jalur kemenangan. (*)

Populer

Jeda Dua Pekan, Coach Tavares Fokus Benahi Fisik Pemain
Segiri Jadi Malam Sulit bagi Persebaya
Coach Tavares Akui Borneo Lebih Baik, Persebaya Fokus Evaluasi
Kalah Telak di Segiri
Tertinggal Satu Gol di Babak Pertama
Ernando Ari Siap Redam Ketajaman Borneo FC