Persebaya terus menggaungkan pesan perdamaian antar suporter dengan cara yang kreatif. Setelah kerap disuarakan melalui media sosial dan momentum pertandingan, kini pesan itu dibawa ke jalanan melalui kegiatan lari bersama.
Minggu pagi (26/4), Persebaya berkolaborasi dengan komunitas Pangkentrunk menggelar “Jersey Run” di Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pra-event menuju Green Force Run (GFR) 2026 yang akan digelar pada 28 Juni mendatang di Tugu Pahlawan, Surabaya.
Lewat ajang ini, Persebaya ingin menjadikan GFR sebagai “kenduri” bagi para suporter pecinta lari dari berbagai daerah. Karena itu, sejumlah pra-event digelar untuk melibatkan lintas komunitas dan latar belakang suporter di Indonesia.
Antusiasme peserta pun tinggi. Mengulang kesuksesan tahun lalu, Jersey Run kembali menghadirkan pengalaman berbeda yakni berlari menggunakan jersey klub kebanggaan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Tak hanya lari, peserta juga disuguhi berbagai aktivitas interaktif. Mulai dari adu cepat, gim dribble bola dua lawan dua, hingga uji kekuatan lewat plank. Suasana cair, penuh tawa, dan jauh dari sekat rivalitas.
“Aku baru pertama kali ikut acara seperti ini. Seru, biasanya lari pakai jersey lari, sekarang pakai jersey bola,” ujar Nicholas Pandu dari komunitas Sunday School Athlete.
Ia mengaku terkejut dengan rangkaian acara setelah lari. “Gimmick-nya mantap. Adu cepat sambil dribble bola itu seru banget,” imbuhnya.
Kegiatan ini juga menjadi ruang bertemu dan memperluas jejaring. Sejumlah komunitas turut ambil bagian, seperti HipHop Run It, Pelarian, Gerak-Gerik, Blok M Boys, Peace in Pace, USC Fams, Sunday School Athlete, hingga Heart Rate Run.
Perwakilan Pangkentrunk, Ipank, menegaskan bahwa semangat utama acara ini adalah menyatukan perbedaan.
“Sejak awal kami ingin menekankan bahwa di sini tidak ada sekat. Beda tim, beda daerah, semua jadi satu untuk lari bareng,” ujarnya.
Keberagaman itu tampak jelas dari jersey yang dikenakan peserta. Jersey klub luar negeri hingga klub dalam negeri bercampur tanpa sekat. Bahkan, jersey Persebaya dan Persib terlihat di tengah dominasi warna Persija.
“Meski beda tribun dan warna, kita tetap satu. Di lapangan boleh bersaing, tapi di sini kita punya tujuan yang sama, sehat dan jadi lebih baik,” lanjut Ipank. "Keragaman itu memperindah, memberi warna baru,” sambungnya.
Selama ini, Persebaya bersama Bonek memang aktif membangun hubungan baik dengan berbagai kelompok suporter lain, termasuk The Jakmania. Rivalitas yang dulu kerap memanas kini perlahan berubah menjadi persahabatan. Mereka bahkan sudah beberapa kali berbagi tribun, baik di Gelora Bung Tomo maupun Gelora Bung Karno.
Media Officer Persebaya, Jonathan Yohvinno, berharap semangat ini terus terjaga melalui Green Force Run.
"Kami ingin silaturahmi antar suporter tidak hanya terjadi saat awayday. Lewat GFR, kita bisa lari bersama dalam suasana yang positif,” katanya.
Pendaftaran kategori Normal Price Green Force Run 2026 masih dibuka melalui situs resmi greenforcerun.id. Persebaya mengajak seluruh suporter pecinta lari untuk ambil bagian dan merasakan langsung atmosfer kebersamaan tanpa sekat. (*)