Persebaya harus menelan pil pahit saat menjamu Madura United. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Bajol Ijo takluk 1-2 dari tamunya. Hasil tersebut membuat Persebaya menelan dua kekalahan beruntun.
Memasuki 15 menit awal babak kedua, Persebaya berusaha mengambil kendali permainan. Gelombang serangan mulai dibangun dari berbagai sisi lapangan. Namun, upaya tersebut belum mampu menghadirkan ancaman serius ke gawang Madura United.
Tekanan yang terus dilancarkan Persebaya justru berbalik menjadi petaka. Saat lini belakang mulai terbuka, Madura United berhasil memanfaatkan celah lewat serangan balik cepat.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mencoba meningkatkan daya gedor timnya. Pada menit ke-66, ia memasukkan Riyan Ardiansyah menggantikan Malik Risaldi untuk menambah energi di lini depan.
Namun situasi semakin berat bagi tuan rumah. Pada menit ke-65, Madura United berhasil menggandakan keunggulan melalui skema serangan balik. Bola diterima pemain bernomor punggung 19 yang langsung melepaskan tembakan keras ke tiang dekat dan kembali menaklukkan kiper Andhika Ramadhani.
Tertinggal dua gol membuat Persebaya bereaksi cepat. Coach Tavares langsung melakukan tiga pergantian pemain dengan memasukkan Mihailo Perovic, Ichas Baihaqi, dan Milos Raickovic menggantikan Gali Freitas, Toni Firmansyah, serta Pedro Matos.
Perubahan itu membuat intensitas serangan Persebaya meningkat. Pada menit ke-79, Koko Ari masuk menggantikan Catur Pamungkas untuk menambah dorongan dari sektor sayap.
Usaha keras Persebaya akhirnya membuahkan hasil. Menit ke-79, Riyan Ardiansyah berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Ia menyambar bola dari jarak dekat setelah menerima umpan matang dari Milos Raickovic.
Gol tersebut membuat tempo pertandingan semakin tinggi. Persebaya terus menekan, berusaha memanfaatkan momentum untuk mengejar gol penyeimbang.
Di tengah tekanan tuan rumah, Madura United hampir menambah keunggulan pada menit ke-85. Sebuah umpan silang berbahaya sempat melintas di depan gawang Persebaya. Beruntung, tidak ada pemain lawan yang berhasil menyambarnya.
Waktu yang tersisa semakin menipis, sementara Persebaya terus berusaha menekan pertahanan lawan.
Peluang emas datang pada menit ke-88. Mihailo Perovic hampir membawa Persebaya menyamakan kedudukan. Sayangnya, sepakan kerasnya hanya membentur mistar gawang.
Tambahan waktu delapan menit membuat Persebaya semakin gencar menekan. Serangan demi serangan terus dilancarkan dengan harapan mencuri satu gol penyelamat.
Namun hingga peluit panjang dibunyikan, gol penyeimbang tak kunjung datang. Persebaya harus mengakui keunggulan Madura United dengan skor 1-2. (*)