Persebaya U-20 harus menerima hasil pahit saat menghadapi Malut United U-20. Dalam laga yang digelar di Stadion Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Sabtu (11/4) siang, Bajol Ijo takluk dengan skor 0-2.
Sejak menit awal, Persebaya U-20 tampak belum menemukan ritme permainan. Situasi itu dimanfaatkan Malut United U-20 untuk mengambil alih kendali laga. Tim tamu lebih dulu menekan dan beberapa kali mengancam pertahanan Bajol Ijo.
Malut United U-20 akhirnya memecah kebuntuan melalui skema bola mati. Tendangan bebas yang dilepaskan pemainnya meluncur deras ke sudut gawang dan tak mampu dijangkau kiper Persebaya U-20, Kenzo.
Tertinggal satu gol membuat Persebaya U-20 mencoba meningkatkan intensitas serangan. Namun, upaya tersebut belum mampu membongkar pertahanan lawan yang bermain cukup disiplin.
Di babak kedua, Malut United U-20 kembali menghukum kelengahan lini belakang Persebaya. Memanfaatkan situasi di depan gawang, Laskar Kie Raha berhasil menggandakan keunggulan sekaligus mengunci kemenangan mereka.
Pelatih Persebaya U-20, Ahmad Rosidin, mengakui timnya belum mampu menampilkan performa terbaik pada pertandingan tersebut.
“Kami sudah berusaha menjalankan rencana permainan, tetapi di lapangan ada beberapa momen yang tidak berjalan sesuai harapan. Ini menjadi evaluasi bagi kami,” ujarnya.
Rosidin juga menyoroti sejumlah kesalahan yang membuat timnya kesulitan mengembangkan permainan.
“Anak-anak beberapa kali terlalu mudah kehilangan bola. Situasi itu membuat kami kesulitan membangun serangan dan memberi ruang bagi lawan untuk berkembang,” tambahnya.
Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Rosidin meminta para pemainnya segera bangkit dan menjadikan laga ini sebagai pelajaran.
“Kami harus cepat berbenah. Masih ada pertandingan berikutnya, jadi fokus kami sekarang adalah memperbaiki kekurangan dan mempersiapkan tim lebih baik lagi,” tutupnya. (*)