Pelatih Bernardo Tavares melontarkan apresiasi terhadap semangat juang yang ditunjukkan para penggawa Persebaya saat menghadapi Persib Bandung. Menurutnya, laga tersebut memperlihatkan karakter tim yang tidak mudah menyerah, bahkan ketika berada dalam situasi sulit.
Persebaya harus puas berbagi angka dengan Persib pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/26. Bertanding di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (2/3) malam, kedua tim bermain sama kuat 2-2 dalam duel yang berlangsung intens sejak menit awal.
Bajol Ijo sempat memimpin lewat gol penalti Bruno Moreira. Namun, tim tamu mampu membalikkan keadaan di awal babak kedua dan membuat publik GBT terdiam sesaat. Saat tekanan meningkat dan waktu kian menipis, Francisco Rivera muncul sebagai penyelamat lewat golnya pada menit ke-83 yang memastikan satu poin tetap berada di Surabaya.
Selepas pertandingan, Tavares meminta semua pihak menyikapi hasil ini dengan kepala tegak namun tetap rendah hati. Ia menilai pertandingan berjalan terbuka dan kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk memenangkan laga.
"Kita harus tetap rendah hati menyikapi hasil ini. Kami punya peluang, lawan juga punya peluang. Mereka sempat mengenai tiang gawang. Kami ingin menang, tapi kami harus tetap senang dengan semangat juang pemain karena posisi kita sempat tertinggal 1-2 di kandang," buka Tavares.
Pelatih asal Portugal itu juga menyoroti organisasi pertahanan timnya. Meski kebobolan dua gol, ia melihat respons positif dari anak asuhnya yang terus berusaha memperbaiki situasi di lapangan dan tidak kehilangan fokus hingga menit akhir.
"Ada beberapa kesalahan dari sisi kami di sana, dan kami harus memperbaikinya. Saya rasa kami menciptakan banyak peluang, begitu juga dengan lawan. Saya memuji para pemain atas kegigihan mereka," ucapnya.
Tavares turut menyampaikan terima kasih kepada ribuan Bonek dan Bonita yang memadati GBT dengan semangat tanpa henti. Dukungan dari tribun, menurutnya, menjadi bahan bakar emosional yang menjaga daya juang tim tetap menyala hingga peluit panjang berbunyi.
"Saya tidak bisa komplain sedikit pun terhadap sikap para pemain. Di tengah banyak situasi yang tidak bisa kami kendalikan, mereka menunjukkan mentalitas yang hebat. Saya rasa sikap ini muncul karena Bonek dan Bonita datang ke stadion untuk mendukung tim," tandasnya. (*)