Bonek dan Bonita memberikan dukungan ke punggawa Bajol Ijo saat main di Stadion Gelora Bung Tomo. (Persebaya)

Menjelang laga terakhir Persebaya melawan Bali United yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan menegaskan larangan penggunaan flare di dalam stadion.

Ketua Panpel Persebaya Ram Surahman mengatakan seluruh elemen Bonek telah sepakat untuk tidak menyalakan flare di dalam stadion. Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari komitmen Bonek yang dalam dua musim terakhir telah menunjukkan kedewasaan dalam mendukung tim tanpa flare di area stadion.

Sebagai alternatif bentuk dukungan, suporter akan menggelar aksi Wall of Fire di luar stadion, tepatnya di jalan depan Lapangan ABC saat bus pemain meninggalkan kawasan stadion. Flare akan dikumpulkan dan dikoordinasi oleh masing-masing koordinator tribun untuk digunakan hanya di luar area pertandingan.

Panpel memastikan akan melakukan pemeriksaan secara ketat di seluruh pintu masuk stadion. Penonton yang kedapatan membawa flare maupun dalam pengaruh minuman keras akan dilarang masuk ke stadion.

“Pertandingan besok adalah pertandingan bebas flare. Ini demi kenyamanan dan keselamatan bersama. Kami tidak segan-segan memberikan sanksi tegas kepada siapapun yang membawa atau menyalakan flare di dalam stadion,” kata Ram.

Gerakan ini diinisiasi oleh empat tribun yakni Green Nord, Gate Jhoner 21, Tribun Kidul, dan Tribun Timur sebagai wujud solidaritas dan komitmen bersama. (*)

Populer

Pemusatan Latihan di Thailand, Final Touch Persebaya Jelang Musim 2026/ 2027
Walber Mota dan Gol Salto yang Membawa Persebaya Menang atas Penang FC
Usai Taklukkan Penang FC, Coach Tavares Tekankan Pentingnya Evaluasi
Menang Tipis atas Penang FC, Rian: Masih Ada yang Harus Diperbaiki
Gol Walber Motta Bawa Persebaya Menang, Proses Tim Terus Berlanjut
Sama Kuat di Babak Pertama