Ernando Ari menceritakan alasannya bertahan di Persebaya dalam acara Wani Talk!. (Persebaya)

Ernando Ari resmi bertahan di Persebaya hingga tahun 2025. Baginya, banyak alasan untuk bertahan bersama Bajol Ijo. Paling utama adalah perhatian penuh manajemen Persebaya terhadap seluruh pemain termasuk dirinya. 

Ernando menceritakan, saat dirinya menderita cerdera, manajemen Persebaya tidak pernah meninggalkannya. Tercatat dua kali ia menderita cedera yang cukup serius sehingga membutuhkan perawatan intensif yang cukup lama. Berbulan-bulan.

Saat membela Timnas Indonesia U-20 pada 2020 lalu, Ernando sempat menepi hampir setahun. Persebaya merawatnya hingga sembuh. Hingga akhirnya ia bisa merumput di musim 2021/2022 dan mencatatkan performa apik.

Cerita yang hampir sama berulang pada 2022. Cedera saat membela timnas di medio Agustus, membuatnya dipulangkan ke Surabaya. Dan lagi-lagi ia dirawat dengan baik hingga kembali dipercaya menjadi penjaga gawang utama di Desember ini.

Menurut Nando, tanggung jawab manajemen serta kepercayaan pelatih membuatnya bisa kembali ke performa terbaik. Oleh karena itu, perpanjangan kontrak adalah salah satu caranya berteri makasih.

“Saat saya cedera, selalu diberikan jaminan kesehatan yang terbaik, dilatih terus agar segera kembali ke top performa, dan dibantu menjalani recovery yang baik,” jelas Ernando, Selasa (27/12).

Hubungan baik yang dibangun tersebut menumbuhkan tekad pemain kelahiran Semarang itu untuk lebih lama berseragam hijau-hijau. Bahkan bukan tidak mungkin ia bisa pensiun di Persebaya.

 “InsyaaAllah jika Persebaya membantu dan support saya dari tahun ke tahun. Maka tidak mungkin saya bisa one man one club di sini,” papar Nando. (*)

 

Populer

Yuran Fernandes Resmi Berseragam Persebaya
Arief Catur Pamungkas Resmi Perpanjang Masa Bakti Bersama Persebaya
Timnas Meksiko Bersinar di Piala Dunia 2026, Francisco Rivera Semringah
Maksimalkan Liburan, Ricky Pratama Habiskan Waktu Bersama Keluarga
Toni Firmansyah Fokus Siapkan Diri Menyambut Super League 2026/27
Catur Pamungkas: Piala Dunia Selalu Punya Daya Tarik Tersendiri