SPIRIT TINGGI: Rendi Irwan (kanan) dihadang Thaufan Hidayat dalam sesi latihan di lapangan Karanggayam, Surabaya. (Foto: Angger Bondan/Jawa Pos)

PERSEBAYA Surabaya tidak perlu menunggu hingga April untuk mencoba regulasi baru Divisi Utama atau Indonesia Liga 2. Mereka sudah bisa menerapkannya di ajang Dirgantara Cup pada 17 - 26 Februari mendatang.

Dirgantara Cup merupakan nama pengganti Piala Kapolda Jogjakarta. Dirgantara Cup rencananya dihelat di Stadion Maguwoharjo, Sleman. "Kami ingin tim-tim peserta bisa memanaskan mesinnya terlebih dahu lu sebelum berkompetisi resmi melalui event ini," ujar R. Soejoso W.S., salah seorang panitia, kepada Jawa Pos.

Sebagaimana diketahui, format baru kompetisi hanya memper bo leh kan 5 pemain dari 11 penggawa inti yang berusia di atas 25 tahun. Sisanya akan didominasi mereka yang usianya di bawah 25 tahun. Format tersebut juga membuat pelatih Persebaya Ahmad Rosidin harus membagi latihan menjadi beberapa tim.

Selain makin banyaknya pemain yang ikut latihan di lapangan Persebaya, Surabaya, pembagian tersebut bertujuan mencampur penggawa senior dan pemain dari klub internal. "Latihan dengan metode ini saya pakai untuk membuat pemain beradaptasi dengan regulasi anyar Divisi Utama tahun ini. Pemain sudah cukup nyetel," terang Ahmad.

Pernyataan pelatih asal Cirebon itu tidak berlebihan. Pasalnya, komposisi pemain Persebaya saat ini memang didominasi penggawa muda. Baik itu dari klub internal maupun mereka yang sudah pernah bermain di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, uji coba, dan Indonesia Soccer Championship (ISC) B tahun lalu.

Mereka yang berusia di bawah 25 tahun, tapi sudah berpengalaman di kompetisi, antara lain, Dimas Galih, Sidik Saimima, Misbakhus Solikin, dan Thaufan Hidayat. Sementara itu, mereka yang usianya di atas 25 tahun adalah Mat Halil, Dedy Sutanto, Jefri Prasetiyo, Khabib Syukron, Feri Ariawan, Khoirul Anam, dan Beny Rohman.

"Dirgantara Cup sangat bagus bagi tim ini untuk unjuk kualitas. Masih ada satu bulan untuk menyiapkan tim untuk lebih kom petitif," kata Ahmad.

Story provided by Jawa Pos

Populer

Supersub Tata, Energi Baru di Balik Kemenangan Telak Persebaya atas Arema FC
Jefferson Bersinar di Derby Jatim, Gol Perdana Penuh Makna
Rivera On Fire! Tembus Double Digit, Jadi Mesin Gol Bajol Ijo
Menang Meyakinkan Lawan Arema FC, Mikael Tata: Laga Tidak Mudah
Komunikasi di Babak Kedua Jadi Kunci Kemenangan Persebaya atas Arema FC
Persebaya Pesta Gol di Bali