Dimas Wicaksono saat menusuk ke area pertahanan Persis U-20 dan melesatkan bola yang berbuah gol untuk Bajol Ijo. (Persebaya)

Persebaya U-20 harus mengakui keunggulan Persis U-20 dengan skor 1-2 dalam lanjutan Elite Pro Academy 2025/26 matchday 33 di Lapangan A Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (25/4) sore. Sempat unggul lebih dulu, Bajol Ijo gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.

Persebaya membuka keunggulan pada menit ke-17 lewat aksi Dimas Wicaksono. Berawal dari umpan terobosan Mika Alkaysanp, Dimas dengan tenang mengelabuhi salah satu pemain bertahan sebelum menaklukkan kiper Persis. Skor berubah menjadi 1-0 untuk Persebaya.

Namun keunggulan tersebut tak bertahan lama. Persis mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-25 melalui tendangan bebas yang mengarah ke tiang dekat. Kiper Kenzo Albar tak mampu mengantisipasi bola. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persis langsung menekan. Baru tiga menit berjalan, mereka berbalik unggul lewat tendangan sudut. Bola liar di depan gawang langsung disambar oleh Stevano Edrian menjadi gol. Skor berubah menjadi 1-2.

Persebaya berusaha mengejar ketertinggalan melalui beberapa peluang lewat Ahmad Mujtaba Ilham Akbar, Rama Arifudin Ali, dan Gana Mandala Putra namun belum mampu menyamakan skor akhir.

Pelatih Persebaya U-20, Ahmad Rosyidi, mengakui timnya kehilangan fokus di momen krusial, terutama saat situasi bola mati.

“Kita sebenarnya sudah memulai pertandingan dengan cukup baik dan bisa mencetak gol lebih dulu. Tapi memang ada evaluasi di konsentrasi pemain, khususnya saat set piece. Dua gol mereka datang dari situasi yang seharusnya bisa kita antisipasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti efektivitas penyelesaian akhir anak asuhnya yang masih perlu ditingkatkan.

“Di babak kedua kita punya beberapa peluang, tapi tidak bisa dimaksimalkan. Ini jadi PR kami bagaimana lebih tenang dan efektif di depan gawang,” tambahnya. (*)

Populer

Yusuf Meilana Siap Berikan Segalanya untuk Persebaya
Dicky Kurniawan Sambut Positif Kolaborasi Persebaya dan Mayapada Hospital
Bangun Ekosistem Sports Medicine Terintegrasi Pertama di Indonesia
Ricky Pratama: Coach Tavares Jadi Alasan Saya Memilih Persebaya
Kembali ke Rumah, Dicky Kurniawan Siap Menulis Babak Baru Bersama Persebaya
Syahrul Lasinari Antusias Memulai Perjalanan di Persebaya