Ada pemandangan hangat yang mewarnai hari ketiga pengambilan Race Pack Collection (RPC) Green Force Run 2026 di GOR Pancasila, Surabaya, Jumat (26/6). Di tengah ramainya peserta yang mengambil RPC dan mengikuti berbagai aktivitas pendukung, hadir seorang Bonek yang menempuh perjalanan jauh dari Makassar demi satu momen yang sudah lama dinantikan.
Adalah Kemal Ernanto yang datang bersama putranya, Kensi Atharizz Carnen. Keduanya terlihat antusias mengikuti sesi fan sign yang menghadirkan tiga penggawa Persebaya, yakni Arief Catur Pamungkas, Dicky Kurniawan, dan Toni Firmansyah. Sejak awal acara dimulai, mereka sudah berada di lokasi sambil membawa dua jersey yang telah dipersiapkan khusus untuk ditandatangani para pemain idola.
Kesempatan bertemu langsung dengan para pemain tentu tidak ingin disia-siakan Kemal. Perjalanan dari Makassar menuju Surabaya terasa sepadan ketika akhirnya ia dan sang anak bisa berdiri di hadapan para penggawa Bajol Ijo.
"Saya datang khusus untuk menghadiri acara fan sign. Anak saya sudah sangat antusias sejak awal karena melihat informasi kegiatan ini. Bahkan, dari Makassar kami sudah membawa dua jersey untuk ditandatangani pemain. Jadi memang tujuan utama kami datang ke sini adalah bertemu langsung dengan para pemain Persebaya," ujar Kemal.
Di rumah, Kensi ternyata menjadi sosok yang paling rajin mengikuti perkembangan Persebaya. Bocah berusia 12 tahun itu kerap mencari informasi terbaru mengenai pertandingan, aktivitas pemain, hingga agenda yang digelar klub kesayangannya.
"Kalau soal informasi Persebaya, justru anak saya yang paling update. Dia yang sering mencari informasi kegiatan, pertandingan, sampai acara-acara seperti ini. Saya tinggal mengikuti saja," tuturnya sambil tersenyum.
Meski hadir di Green Force Run 2026, Kemal tidak ikut ambil bagian dalam lomba lari. Riwayat cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang pernah dialaminya membuat pria berusia 40 tahun itu harus membatasi aktivitas fisik tertentu. Namun hal itu tidak mengurangi kebahagiaannya menikmati rangkaian kegiatan yang tersedia.
"Kebetulan saya tidak bisa mengikuti kegiatan lari karena memiliki riwayat cedera ACL. Karena itu, kami lebih menikmati rangkaian acara lain seperti fan sign dan berbagai aktivitas yang ada di Green Force Run," jelasnya.
Kecintaan Kemal terhadap Persebaya memang sudah tumbuh sejak lama. Meski kini menetap dan bekerja di Makassar, Sulawesi Selatan, ikatan emosionalnya dengan klub kebanggaan Kota Pahlawan itu tetap terjaga.
"Saya lahir dan besar sebagai pendukung Persebaya. Walaupun sekarang bekerja dan tinggal di Makassar, perkembangan Persebaya selalu saya ikuti," katanya.
Pria yang bekerja di sektor pertambangan tersebut merupakan putra asli Surabaya. Ia tumbuh di kawasan Cipta Menanggal, Surabaya Selatan, sebelum kemudian merantau ke Makassar pada 2011. Jarak yang memisahkan tidak pernah membuat kecintaannya terhadap Persebaya memudar. Sebaliknya, ia berusaha menjaga kedekatan itu dengan terus mengikuti perjalanan tim dari mana pun berada.
Semangat yang sama kini coba ia wariskan kepada sang anak. Bagi Kemal, sepak bola bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga sarana mengenalkan berbagai nilai positif kepada generasi berikutnya.
"Sebagai orang tua, saya ingin mengenalkan nilai-nilai positif dari olahraga kepada anak-anak, seperti sportivitas, kerja keras, dan semangat kompetisi. Kebetulan anak saya juga sangat tertarik dengan sepak bola dan semakin antusias mengikuti Persebaya," ungkapnya.
Momen kepulangan ke Surabaya kali ini memang sudah direncanakan sejak lama. Memanfaatkan libur sekolah, Kemal mengajak keluarganya pulang kampung sekaligus memenuhi keinginan anak-anaknya untuk mengikuti berbagai kegiatan yang digelar Persebaya.
"Kami datang ke Surabaya saat liburan sekolah. Anak-anak memang sudah merencanakan ingin mengikuti beberapa kegiatan, termasuk acara Persebaya ini. Mereka sangat bersemangat, terutama karena bisa bertemu langsung dengan para pemain yang selama ini hanya mereka lihat dari layar televisi atau media sosial," lanjutnya.
Bagi Kensi, tanda tangan di atas jersey mungkin akan menjadi kenang-kenangan yang disimpan bertahun-tahun. Namun bagi Kemal, ada makna yang lebih dalam dari perjalanan ini. Ia melihat bagaimana kecintaan terhadap Persebaya mampu menyatukan cerita antara ayah dan anak, meski dipisahkan ribuan kilometer dari kota tempat mereka tumbuh.
Sebelum meninggalkan lokasi acara, Kemal menyimpan satu harapan lain. Ia ingin kembali merasakan atmosfer pertandingan Persebaya secara langsung di Stadion Gelora Bung Tomo bersama keluarganya.
"Kalau ada kesempatan, tentu kami ingin menonton lagi di GBT. Apalagi musim ini menarik untuk diikuti. Atmosfer pertandingan Persebaya selalu punya kesan tersendiri, baik untuk saya maupun anak-anak," pungkasnya. (*)