Penggawa Persebaya U-16 ketika beraksi menghalau serangan pemain Deltras FC U-16. (Persebaya)

Persebaya U-16 harus menelan kekecewaan setelah kemenangan yang sudah berada di depan mata sirna pada menit-menit akhir. Menghadapi Deltras FC U-16 dalam matchday ketujuh Grup C Elite Pro Academy (EPA) One 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (31/10), Green Force Muda harus puas bermain imbang 1-1.

Sejak awal pertandingan, Persebaya langsung mengambil inisiatif serangan. Anak asuh Khabib Syukron tampil menekan dan berusaha membongkar pertahanan Deltras. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, tetapi rapatnya barisan belakang lawan membuat upaya Green Force Muda belum membuahkan hasil.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-88. Revans Dwinanda berhasil membawa Persebaya unggul melalui aksinya di depan gawang. Gol tersebut sempat membangkitkan harapan Green Force Muda untuk mengamankan tiga poin di kandang sendiri.

Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Deltras mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-90 setelah berhasil membobol gawang yang dikawal Gibran Baihaqi. Gol tersebut sekaligus menggagalkan kemenangan Persebaya yang sudah begitu dekat.

Selepas pertandingan, pelatih Persebaya U-16, Khabib Syukron, mengaku kecewa dengan hasil akhir. Menurutnya, para pemain sudah berusaha menciptakan peluang dan menguasai permainan, tetapi belum mampu memaksimalkan kesempatan yang didapat.

“Kami tentu tidak puas dengan hasil ini. Anak-anak sudah berusaha, menciptakan beberapa peluang, dan akhirnya bisa mencetak gol. Namun, kami gagal menjaga keunggulan hingga pertandingan selesai. Ini menjadi catatan penting yang harus segera kami perbaiki,” ucap Coach Khabib.

Coach Khabib juga menyoroti kesulitan timnya dalam membongkar pertahanan rendah atau low block yang diterapkan Deltras. Situasi tersebut membuat ruang di area pertahanan lawan sangat terbatas sehingga Persebaya harus mencari cara lain untuk menciptakan peluang.

“Kami cukup kesulitan menghadapi low block yang diterapkan lawan. Ketika ruang semakin sempit, pemain harus lebih sabar, berani mengambil keputusan, dan mampu mencari variasi serangan. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami, termasuk bagaimana menjaga konsentrasi sampai peluit akhir,” jelasnya.

Hasil imbang ini menjadi pengingat bagi Persebaya U-16 bahwa dominasi permainan harus diikuti ketajaman dalam penyelesaian akhir dan konsentrasi sepanjang pertandingan. Kehilangan dua poin di depan pendukung sendiri tentu menyisakan kekecewaan, tetapi Green Force Muda harus segera berbenah untuk menghadapi pertandingan berikutnya. (*)

Populer

Kehilangan Dua Poin di GBT, Rivera Akui Seluruh Pemain Kecewa
Persebaya U-18 Terus Menyala, Deltras Dibekuk Tiga Gol Tanpa Balas
Gol Menit Akhir Deltras Gagalkan Kemenangan Persebaya U-16
Gagal Menang atas Persijap, Coach Tavares Sampaikan Permintaan Maaf
Gol Menit Akhir Risto Mitrevski Selamatkan Persebaya dari Kekalahan
Persebaya dan Persijap Masih Sama Kuat di Babak Pertama