Kemenangan atas Madura United menjadi modal berharga bagi Persebaya. Namun, tantangan berikutnya sudah menanti. Dengan jadwal pertandingan yang berdekatan, pelatih Bernardo Tavares kini menaruh perhatian besar pada kondisi fisik para pemain agar Green Force tetap siap berjuang saat menjamu Persijap Jepara.
Persebaya akan menghadapi Persijap dalam lanjutan pekan kedelapan Super League 2026/27 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (30/10) malam WIB. Laga ini menjadi kesempatan bagi Bajol Ijo untuk melanjutkan tren positif setelah menaklukkan Madura United dengan skor 3-1, Senin (26/10).
Namun, jeda yang singkat membuat tim pelatih harus cermat mempersiapkan skuad. Pertandingan melawan Madura United menguras tenaga para pemain, terlebih mereka harus berjuang hingga menit-menit akhir untuk memastikan kemenangan. Karena itu, Coach Tavares ingin memastikan setiap pemain berada dalam kondisi yang tepat sebelum menentukan komposisi tim.
“Kami perlu mengevaluasi kondisi pemain untuk mengetahui berapa lama waktu pemulihan yang mereka butuhkan. Kami juga harus melihat pemain yang baru pulih dari sakit maupun cedera, termasuk kesiapan dan kemampuan mereka untuk bermain selama beberapa menit pada pertandingan berikutnya,” ujar Coach Tavares.
Pelatih asal Portugal tersebut menegaskan bahwa kondisi pemain menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan strategi menghadapi Persijap. Ia perlu melihat perkembangan pemulihan setiap pemain, termasuk mereka yang belum sepenuhnya bugar. Rotasi pun menjadi opsi yang perlu dipertimbangkan demi menjaga keseimbangan tim sekaligus meminimalkan risiko terhadap kondisi pemain.
Tantangan Persebaya juga bertambah karena Persijap memiliki waktu pemulihan yang lebih panjang. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu mempunyai waktu istirahat sebanyak enam hari sebelum laga melawan Bajol Ijo. Situasi tersebut membuat Persebaya harus lebih cermat mengelola kebugaran skuad di tengah padatnya jadwal kompetisi.
“Persijap sudah bertanding dua hari sebelum kami. Artinya, mereka memiliki waktu pemulihan yang lebih panjang. Karena itu, kami mungkin perlu melakukan rotasi pemain. Kami harus menjaga kondisi dan kesehatan pemain, terutama mereka yang belum sepenuhnya pulih dari sakit maupun cedera,” jelasnya.
Meski demikian, Coach Tavares ingin Persebaya tetap membawa semangat yang sama seperti ketika menghadapi Madura United. Agresivitas, intensitas permainan, dan kemauan untuk terus berjuang menjadi karakter yang ingin dipertahankan oleh pelatih berusia 47 tahun tersebut.
Bagi Coach Tavares, kemenangan sebelumnya harus menjadi pemantik motivasi, bukan alasan untuk mengendurkan kewaspadaan. Persijap tetap menjadi lawan yang patut diwaspadai sehingga para pemain dituntut menjaga fokus sejak awal hingga peluit akhir.
“Sikap dan mentalitas yang kami tunjukkan saat melawan Madura harus kembali kami perlihatkan ketika menghadapi Persijap. Saya yakin pertandingan nanti tidak akan mudah,” terangnya.
Di tengah persiapan tersebut, dukungan Bonek dan Bonita juga diharapkan kembali memenuhi Stadion GBT. Kehadiran suporter menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk melewati pertandingan yang diperkirakan berjalan ketat. Coach Tavares berharap dukungan dari tribun bisa membantu Green Force menjaga semangat dan berjuang meraih hasil terbaik di kandang sendiri.
“Saya berharap Bonek dan Bonita bisa hadir untuk memberikan dukungan. Menurut saya, dukungan mereka akan sangat berarti,” pungkas Coach Tavares. (*)