Persebaya U-17 harus melewati jalan terjal untuk memastikan langkah ke semifinal Putaran Nasional Piala Soeratin 2026. Green Force muda menelan kekalahan 0-4 dari Waamanat Bhintuka FC U-17 pada pertandingan terakhir Grup A di PSSI Training Center, Ibu Kota Nusantara, Selasa (20/10). Meski demikian, perjuangan Rayza Andriansyah dan kolega belum berakhir karena mereka tetap lolos ke semifinal sebagai runner-up grup.
Persebaya kesulitan mengembangkan permainan pada babak pertama. Waamanat mampu memanfaatkan situasi tersebut dengan mencetak dua gol melalui pemainnya pada menit ke-17 dan ke-31. Gawang yang dikawal El Amin pun dua kali bergetar sebelum turun minum.
Memasuki babak kedua, tim asuhan Yongki Kastanya berusaha bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan dan mengambil inisiatif permainan. Persebaya mencoba mengejar ketertinggalan, tetapi upaya tersebut belum mampu menghasilkan gol.
Di tengah usaha Green Force muda untuk memperkecil selisih skor, Waamanat justru kembali menambah keunggulan. Dua gol pada menit ke-58 dan ke-81 membuat Persebaya harus mengakhiri pertandingan dengan kekalahan telak.
Selepas laga, pelatih Persebaya U-17, Yongki Kastanya, mengakui timnya tampil di bawah performa terbaik. Ia menilai para pemain terlalu mengikuti ritme permainan lawan sehingga kesulitan menjalankan rencana yang telah disiapkan.
"Kami harus mengakui bahwa hari ini permainan tim tidak berjalan seperti yang diharapkan. Anak-anak terlalu mengikuti ritme lawan dan kami kurang mampu mengontrol jalannya pertandingan. Ini menjadi pelajaran penting bagi kami. Ada banyak hal yang harus dievaluasi agar pada pertandingan berikutnya kami bisa tampil lebih disiplin dan menunjukkan permainan yang lebih baik," ujar Coach Yongki.
Meski gagal meraih poin pada laga terakhir, Persebaya tetap berhak melangkah ke semifinal dengan status runner-up Grup A. Green Force muda mendampingi Waamanat Bhintuka FC yang lolos sebagai juara grup.
Kepastian tersebut ditentukan melalui keunggulan selisih gol atas Persada Aceh Barat Daya. Kedua tim sama-sama mengoleksi empat poin, tetapi Persebaya memiliki catatan gol yang lebih baik sepanjang fase grup.
Persebaya mencetak sembilan gol dan kebobolan delapan kali, sehingga memiliki surplus satu gol. Sementara itu, Persada mencetak enam gol dan kemasukan sembilan kali, dengan selisih gol minus tiga.
Perbedaan tersebut menjadi penentu penting bagi Persebaya. Setelah melalui tiga pertandingan fase grup dengan hasil yang tidak selalu mudah, Green Force muda akhirnya tetap mendapatkan tempat di empat besar dan menjaga peluang untuk melangkah lebih jauh.
Coach Yongki bersyukur timnya masih memiliki kesempatan melanjutkan perjuangan. Namun, ia menegaskan bahwa kelolosan ke semifinal harus diikuti dengan evaluasi serius, terutama setelah hasil kurang memuaskan pada pertandingan terakhir.
"Kami bersyukur masih bisa lolos ke semifinal. Namun, kami tidak boleh menutup mata terhadap kekurangan yang terlihat hari ini. Kami harus segera melakukan evaluasi, memperbaiki komunikasi, menjaga konsentrasi, dan mempersiapkan tim dengan lebih baik. Semoga anak-anak bisa mengambil pelajaran dari pertandingan ini dan menunjukkan respons positif pada semifinal nanti," jelas Coach Yongki.
Persebaya U-17 kini harus segera mengalihkan fokus ke babak semifinal yang tetap digelar di PSSI Training Center, Ibu Kota Nusantara. Green Force muda akan menghadapi juara Grup B, yang baru akan diketahui setelah rangkaian pertandingan grup tersebut rampung keesokan harinya.
Tantangan di semifinal tentu tidak mudah, tetapi peluang untuk melangkah lebih jauh masih terbuka. Persebaya U-17 pun perlu segera berbenah dan mempersiapkan diri agar bisa tampil lebih baik pada laga berikutnya. (*)
Berikut Klasemen Akhir Grup A Putaran Nasional Piala Soeratin 2026: