Persebaya U-17 berhasil menjadi juara zona Jawa Timur Piala Soeratin U-17 2026. Green Force muda menutup perjuangan di level provinsi dengan kemenangan dramatis 3-1 atas Inter Pemuda Kediri pada partai final di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (12/9). Hasil tersebut sekaligus mengantarkan Persebaya U-17 mewakili Jawa Timur ke putaran nasional.
Persebaya U-17 harus melewati pertandingan yang tidak mudah. Sempat tertinggal lebih dulu setelah lawan mencetak gol pada menit ke-50, skuad asuhan Yongky Kastanya tidak kehilangan keyakinan.
Tekanan demi tekanan terus dibangun. Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-69. Sebastian Pratama Panjaitan berhasil mencetak gol penyama kedudukan sekaligus menghidupkan kembali asa Persebaya untuk membawa pulang trofi.
Momentum terus berpihak kepada Green Force. Memasuki menit ke-89, Farentino Kevin membawa Persebaya berbalik unggul 2-1. Belum berhenti sampai di sana, Ichiko Adhezta Noviyanto Pratama mencetak gol pada menit 90+2 untuk mengunci kemenangan 3-1.
Peluit panjang pun menjadi penanda perjalanan luar biasa Persebaya U-17. Dari tertinggal hingga akhirnya mengangkat trofi, mentalitas para pemain muda Green Force menjadi salah satu kunci penting dalam pertandingan tersebut.
Selepas pertandingan, Coach Yongky mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya. Menurutnya, seluruh pemain menunjukkan karakter kuat untuk terus berjuang hingga pertandingan berakhir.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan senang bisa menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Anak-anak sudah bekerja keras sejak awal turnamen sampai final. Gelar ini merupakan hasil dari kerja keras dan komitmen seluruh pemain, staf pelatih, serta semua pihak yang terus mendukung kami,” ujar Coach Yongky.
Pelatih Persebaya U-17 itu juga memberikan apresiasi khusus terhadap mental para pemain. Ketika berada dalam situasi tertinggal, para pemain tetap menjaga fokus dan terus berusaha menjalankan permainan yang sudah dipersiapkan.
“Pertandingan final tentu tidak mudah. Ketika kami tertinggal, anak-anak tetap percaya dan tidak menyerah. Mereka terus berusaha, menjaga konsentrasi, dan akhirnya bisa membalikkan keadaan. Mental seperti itu yang saya apresiasi dari para pemain,” jelasnya.
Sebelum sampai di partai puncak, perjalanan Persebaya U-17 sudah menunjukkan konsistensi sejak fase grup. Berada di Grup C, Sebastian Pratama dan kolega tampil sempurna dengan menyapu bersih seluruh pertandingan. Mereka mengalahkan Perssu Madura City, Persesa Sampang, dan Persepam Pamekasan.
Langkah Green Force berlanjut ke fase gugur. Pada babak 32 besar, Persebaya U-17 berhasil melewati hadangan PSIL Lumajang. Tiket ke babak 16 besar kemudian diamankan setelah menyingkirkan Akor FC Jombang.
Di babak delapan besar, Persebaya U-17 kembali menunjukkan ketangguhannya dengan mengalahkan PS Mojokerto Putra. Perjalanan menuju final diteruskan dengan kemenangan atas Persida Sidoarjo pada babak semifinal.
Puncaknya terjadi di Stadion Brawijaya. Meski sempat tertinggal, Persebaya U-17 mampu menunjukkan mental juara dengan mencetak tiga gol dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 3-1 atas Inter Pemuda Kediri.
Rentetan pertandingan tersebut membuat Coach Yongky memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemainnya. Baginya, trofi yang diraih menjadi buah dari perjalanan panjang yang penuh tantangan.
“Kalau melihat perjalanan dari awal sampai final, tentu saya sangat bangga dengan anak-anak. Mereka melewati banyak pertandingan dan situasi yang berbeda. Kami belajar dari setiap pertandingan, terus berkembang, dan akhirnya bisa sampai di titik ini. Saya rasa ini adalah pengalaman yang sangat berharga untuk mereka,” tutur Coach Yongky.
Gelar juara zona Jawa Timur tersebut juga membawa Persebaya U-17 melangkah ke panggung yang lebih besar. Green Force berhak mewakili Jawa Timur pada putaran nasional Piala Soeratin U-17.
Tantangan baru pun menanti. Persebaya U-17 akan membawa nama Jawa Timur sekaligus Persebaya ke persaingan tingkat nasional. Kesempatan tersebut menjadi ruang bagi para pemain muda untuk kembali menguji kemampuan dan menambah pengalaman menghadapi tim-tim terbaik dari berbagai daerah. (*)