Ricky Pratama dan Mikael Tata saat berada di kapal untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Pelabuhan Merak imbas erupsi Gunung Anak Krakatau. (Persebaya)

Perjalanan pulang Persebaya dari Lampung menuju Surabaya harus menempuh rute yang lebih panjang. Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada penerbangan sehingga rombongan Green Force terpaksa mengubah perjalanan dan melanjutkannya melalui jalur darat.

Persebaya sebelumnya berada di Lampung untuk menjalani laga perdana Super League 2026/27 menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Sabtu (5/9). Pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Yann Mabella membawa Green Force unggul lebih dahulu sebelum tuan rumah menyamakan kedudukan pada babak kedua.

Setelah pertandingan, skuad Persebaya dijadwalkan kembali ke Surabaya melalui penerbangan dari Bandar Lampung. Namun, kondisi penerbangan terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau membuat rencana perjalanan harus berubah.

Manajer tim Persebaya, Sidik Maulana Tualeka atau yang akrab disapa Alex, menjelaskan rombongan harus menempuh perjalanan darat secara bertahap. Dari Lampung, tim akan menuju Pelabuhan Bakauheni menggunakan bus untuk kemudian menyeberang menuju Pelabuhan Merak.

Perjalanan kemudian dilanjutkan melalui jalur darat menuju Gambir. Dari Jakarta, rombongan Persebaya akan melanjutkan perjalanan menuju Surabaya menggunakan kereta api.

"Tim akan naik bus ke Pelabuhan Bakauheni, menyeberang ke Merak. Lalu lanjut perjalanan darat ke Gambir. Setelah itu kami menempuh perjalanan ke Surabaya dengan kereta," ucap Alex, Minggu (6/9).

Gangguan penerbangan tersebut terjadi setelah erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada kondisi ruang udara di sekitar jalur penerbangan. Sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Radin Inten II Lampung turut terdampak dan mengalami pembatalan.

Perubahan rute membuat perjalanan pulang skuad Persebaya menjadi jauh lebih panjang. Setelah menyelesaikan pertandingan di lapangan, para pemain dan staf harus kembali bersiap menjalani perjalanan dengan beberapa moda transportasi sebelum akhirnya tiba di Surabaya.

Sementara, kapten Persebaya Francisco Rivera pun mengaku perjalanan kali ini memberikan pengalaman berbeda baginya. Pemain asal Meksiko tersebut harus merasakan perjalanan menuju Surabaya melalui jalur yang panjang bersama rekan-rekan setimnya.

"Ini merupakan pengalaman baru bagi saya bepergian ke Surabaya dengan cara seperti ini. Kami jadi memahami bahwa para suporter telah meluangkan waktu untuk memberikan dukungan kepada kami dengan cara seperti ini," kata Rivera.

Perjalanan panjang tersebut juga membuat Rivera semakin memahami arti kebersamaan dalam perjalanan sebuah tim. Setelah berjuang di lapangan, kini seluruh anggota rombongan kembali saling menjaga dan melewati perjalanan menuju Surabaya bersama-sama.

"Saya berharap semuanya berjalan lancar sehingga kami bisa segera tiba di Surabaya," tandas pemain berusia 31 tahun itu.

Setibanya di Surabaya, Persebaya masih memiliki waktu untuk memulihkan kondisi sebelum kembali menjalani pertandingan. Pada pekan kedua Super League 2026/27, Green Force akan menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (13/9) mendatang. (*)

Populer

Erupsi Anak Krakatau, Persebaya Jalani Perjalanan Panjang ke Surabaya
Rian Syukuri Satu Poin dari Lampung
Satu Poin dari Lampung, Coach Tavares Akui Laga Berjalan Sulit
Curi Satu Poin di Lampung pada Pekan Perdana Super League
Unggul Tipis di Babak Pertama
Rivera Paham Ekspektasi Bonek-Bonita, Bidik Kemenangan di Lampung