Pertandingan Persebaya menghadapi Port FC pada laga terakhir Grup B Piala Presiden 2026 dipastikan menghadirkan cerita tersendiri. Selain menjadi penentu juara grup, duel di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (1/8) malam WIB, juga mempertemukan Green Force dengan mantan kapten sekaligus ikon klub, Bruno Moreira.
Bruno meninggalkan jejak yang mendalam selama empat musim berseragam Persebaya. Pemain asal Brasil itu dikenal sebagai sosok pemimpin di dalam maupun luar lapangan, mengemban ban kapten, serta menjadi salah satu pemain asing yang memiliki kedekatan istimewa dengan Bonek dan Bonita berkat dedikasi serta totalitasnya membela Bajol Ijo.
Meski begitu, gelandang serang Persebaya, Francisco Rivera, menegaskan dirinya tidak ingin larut dalam nuansa reuni. Baginya, fokus utama Persebaya adalah meraih kemenangan untuk mengamankan posisi puncak klasemen Grup B.
"Tentu ini akan menjadi pertandingan yang spesial karena kami akan bertemu Bruno. Namun kami bermain di kandang sendiri dan target kami adalah menang agar bisa finis di posisi pertama grup. Saya yakin pertandingan nanti akan berlangsung menarik," ujar Rivera.
Pemain asal Meksiko itu mengaku masih menjalin hubungan baik dengan Bruno. Bahkan, keduanya sempat berbincang ketika pemain asal Brasil tersebut hadir di Stadion Gelora Bung Tomo pada pertandingan sebelumnya. Namun, persahabatan akan dikesampingkan begitu peluit kick-off dibunyikan.
"Saya sempat berbicara dengan Bruno ketika dia datang ke stadion pada pertandingan sebelumnya. Selalu menyenangkan bisa bertemu kembali dengan teman lama, tetapi ketika pertandingan dimulai kami tetap akan memberikan yang terbaik untuk tim masing-masing," tegas pemain berusia 31 tahun tersebut.
Rivera juga memberikan apresiasi atas kontribusi besar Bruno selama membela Persebaya. Menurutnya, kepemimpinan dan semangat juang sang mantan kapten telah meninggalkan warisan positif yang kini menjadi motivasi bagi skuad Green Force untuk terus melangkah.
"Bruno adalah sosok yang baik dan selalu berusaha membantu semua orang. Selama membela Persebaya dia menjalankan perannya sebagai kapten dengan sangat baik dan selalu berjuang untuk klub ini. Sekarang giliran saya dan rekan-rekan untuk melanjutkan perjuangan itu. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih atas semua kenangan yang telah dia berikan dan mendoakan yang terbaik untuk kariernya di klub baru," jelas Rivera.
Di sisi lain, Rivera menilai perkembangan chemistry di dalam skuad Persebaya terus menunjukkan kemajuan. Dengan banyaknya wajah baru musim ini, setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk memperkuat pemahaman antarpemain sebelum kompetisi resmi dimulai.
"Kami memiliki banyak pemain baru, sehingga pertandingan seperti ini sangat membantu proses adaptasi. Setiap hari kami semakin mengenal karakter satu sama lain dan semakin kompak sebagai sebuah tim. Saya merasa chemistry di dalam skuad terus berkembang dan itu menjadi modal yang baik untuk menghadapi musim nanti," katanya.
Persebaya saat ini memimpin klasemen sementara Grup B dengan koleksi enam poin dari dua kemenangan atas Persija Jakarta dan PSMS Medan. Sementara Port FC berada di posisi kedua dengan empat poin hasil satu kemenangan dan satu hasil imbang. Kondisi tersebut membuat pertandingan nanti menjadi penentu juara grup sekaligus modal berharga menuju babak semifinal.
Meski posisi puncak menjadi incaran, Rivera menegaskan fokus utama Persebaya tetap berada pada perkembangan tim. Ia ingin Green Force terus menunjukkan permainan yang semakin matang dan konsisten dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
"Motivasi kami adalah terus berkembang di setiap pertandingan. Kami tahu masih ada kesalahan yang harus diperbaiki, tetapi kami selalu mengevaluasinya melalui latihan dan analisis video. Target kami adalah tampil semakin konsisten, menjaga organisasi pertahanan tetap solid, meraih clean sheet, dan membawa pulang tiga poin," tutup Rivera. (*)