Persebaya terus mematangkan persiapan menghadapi musim 2026/27. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan dan pengukuran kondisi fisik berbasis teknologi, seluruh penggawa Bajol Ijo kembali digeber dalam sesi tes fisik yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (10/7).
Sebelumnya, para pemain telah menjalani medical check-up terintegrasi melalui kerja sama dengan Mayapada Hospital Surabaya. Mereka juga mengikuti measurement test berbasis teknologi VALD Performance hasil kolaborasi Persebaya bersama DBL Indonesia melalui DBL dan Persebaya Academy. Kini, fokus berlanjut pada pengujian kemampuan fisik di lapangan sebagai bagian dari persiapan menyambut musim baru.
Dalam pelaksanaannya, staf pelatih Persebaya bekerja sama dengan tim DBL dan Persebaya Academy untuk menggelar dua jenis tes, yakni Agility T-Test dan Bronco Test.
Agility T-Test digunakan untuk mengukur kelincahan, kecepatan perubahan arah, serta kemampuan koordinasi pemain dalam bergerak ke berbagai sisi. Sementara Bronco Test berfungsi mengukur kapasitas aerobik dan daya tahan pemain melalui rangkaian lari berulang dengan jarak berbeda.
Pelatih fisik Persebaya, Diogo Carvalho, menjelaskan bahwa kedua tes tersebut menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi terkini pemain setelah menjalani masa libur kompetisi.
"Hari ini kami menjalani dua jenis tes, yaitu agility test dan Bronco test. Kedua tes ini sangat penting bagi kami untuk mengetahui kondisi fisik pemain setelah masa libur dan mengevaluasi bagaimana mereka menjaga kebugaran selama off-season," ujar Coach Diogo.
Menurut pelatih asal Portugal tersebut, hasil tes akan menjadi acuan awal bagi tim pelatih dalam menyusun program latihan selama pramusim. Selain mengukur tingkat kebugaran, tes ini juga membantu memetakan kebutuhan setiap pemain agar proses peningkatan kondisi fisik berjalan lebih efektif.
Data yang terkumpul nantinya akan dianalisis untuk menentukan beban latihan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pemain.
"Data yang kami peroleh sangat penting untuk menyusun dan merencanakan program latihan selama pramusim. Kami ingin memastikan setiap pemain mengalami peningkatan kapasitas fisik secara bertahap sehingga tim berada dalam kondisi terbaik saat menghadapi pertandingan-pertandingan penting di musim kompetisi nanti," jelasnya.
Salah satu pemain anyar Persebaya, Diogo Ramalho, mengakui sesi tes kali ini cukup menguras tenaga. Meski demikian, ia menilai tahapan tersebut sangat penting untuk membangun fondasi fisik sebelum memasuki program latihan penuh.
"Hari ini menjadi sesi yang cukup berat. Cuaca membuat tantangannya semakin besar, tetapi saya pikir tes seperti ini sangat penting untuk mengawali pramusim. Ini membantu kami mempersiapkan kondisi fisik agar bisa menjalani musim dengan lebih baik," jelas Ramalho.
Gelandang asal Portugal itu juga menilai evaluasi fisik secara berkala akan membantu pemain terus berkembang sepanjang musim.
"Melalui evaluasi yang berkelanjutan, kami bisa terus memperbaiki diri dan berkembang. Saya berharap latihan seperti ini terus dilakukan karena sangat membantu pemain untuk mencapai performa terbaiknya sepanjang musim," tegasnya.
Rangkaian tes fisik ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum Persebaya memasuki sesi latihan tim secara penuh. Dengan kondisi fisik yang terukur dan program latihan yang disusun berdasarkan data, Green Force diharapkan semakin siap menyambut latihan perdana serta menatap 99 Anniversary Game menghadapi PSIS Semarang sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi musim 2026/27. (*)