Ahmad Mujtaba Ilham Akbar akhirnya mencatatkan debutnya bersama Persebaya saat melawan Persik Kediri. (Persebaya)

Debut tidak selalu lahir dari gol penentu kemenangan atau sorak sorai yang menggelegar. Kadang, ia datang dalam waktu singkat, tetapi menyimpan perjalanan panjang di belakangnya. Bagi Ahmad Mujtaba Ilham Akbar, enam menit di lapangan terasa seperti bayaran atas proses yang ditempuh bertahun-tahun.

Ketika pertandingan memasuki menit ke-90 saat melawan Persik Kediri, Sabtu (23/5) lalu di Stadion Gelora Bung Tomo, namanya dipanggil dari tepi lapangan. Ilham masuk menggantikan Jefferson Silva. Waktu bermainnya memang tidak panjang. Hanya enam menit. Namun, pemain muda itu tidak datang hanya untuk menikmati suasana pertandingan tim utama.

Ia langsung menunjukkan karakternya. Dalam enam menit berada di lapangan, Ilham menorehkan dua tekel. Statistik yang mungkin tidak akan menjadi sorotan utama di papan pertandingan, tetapi cukup memperlihatkan keberanian seorang pemain muda yang datang tanpa rasa canggung di kompetisi tertinggi Indonesia.

"Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan debut bersama tim utama. Ini momen yang sudah saya tunggu sejak lama. Saya tahu perjalanan belum selesai, justru ini baru awal,”ujar Ilham.

“Saya ingin terus belajar dari pemain senior, bekerja lebih keras lagi, dan membuktikan kalau pemain dari Future Lab juga bisa bersaing di level tertinggi," sambungnya.

 

Debut itu sekaligus menjadi lanjutan perjalanan panjang seorang pemain yang tumbuh dari sistem pembinaan Persebaya. Sebelum menembus tim utama, Ilham merupakan bagian dari Persebaya Future Lab dan musim ini memperkuat Persebaya U-20 di Elite Pro Academy Super League 2025/2026.

Namun perjalanan Ilham bahkan dimulai jauh sebelum itu. Ia adalah salah satu pemain jebolan tim internal Persebaya, PSAL Surabaya. Dari kompetisi internal, kemudian berkembang melalui Future Lab, hingga akhirnya menembus tim utama, jalur yang dilalui Ilham menjadi bukti bahwa proses pembinaan Persebaya terus berjalan dan membuka ruang bagi pemain-pemain muda.

Musim ini, sistem promosi dan degradasi di lingkungan pembinaan Persebaya menjadi panggung persaingan tersendiri. Siapa yang tampil konsisten akan memperoleh kesempatan naik ke level berikutnya. Ilham menjadi salah satu pemain yang mampu menjawab tantangan tersebut.

Bersama Persebaya U-20, pemain yang kerap mengisi posisi full back kanan itu mencatatkan 17 penampilan dengan sumbangan dua gol. Cukup menarik untuk ukuran seorang pemain bertahan. Namun kekuatan utamanya memang terlihat dari pekerjaannya menjaga area pertahanan. Ia membukukan 54 tekel, 59 intersep, dan 19 sapuan sepanjang musim.

Bagi Ilham, pintu pertama sudah terbuka. Namun ia memahami, perjalanan sesungguhnya baru saja dimulai.

"Saat masuk ke lapangan, saya hanya berpikir menjalankan instruksi pelatih dan bermain semaksimal mungkin. Saya tidak ingin hanya masuk dan merasakan atmosfer, saya ingin menunjukkan kalau saya siap ketika dibutuhkan," tambahnya.

Musim depan, Ilham berharap langkahnya tidak berhenti pada catatan debut semata. Pemain berusia 19 tahun itu ingin terus mendapatkan kesempatan berkembang dan memperjuangkan tempat di skuad utama Persebaya. Baginya, menit bermain bukan sesuatu yang datang dengan mudah, melainkan harus direbut melalui kerja keras setiap hari di latihan.

"Saya berharap musim depan bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain dan terus berkembang. Saya ingin terus meningkatkan kemampuan, membantu tim meraih hasil terbaik, dan membuktikan bahwa saya layak berada di tim utama," ucap Ilham.

Ilham juga mengaku banyak belajar dari pelatih Bernardo Tavares selama berada di lingkungan tim utama. Menurutnya, pelatih asal Portugal tersebut memiliki perhatian besar terhadap detail kecil, termasuk kedisiplinan dan tuntutan terhadap pemain muda.

"Coach Bernardo banyak memberikan pelajaran untuk saya. Beliau selalu menuntut pemain bekerja keras dan disiplin dalam setiap sesi latihan. Saya merasa banyak belajar, terutama soal mental, fokus, dan bagaimana harus bersikap sebagai pemain profesional," tuturnya. (*)

Populer

Dari PSAL, Future Lab, hingga Debut Ilham di Tim Utama
Perjalanan Malik Risaldi dan Persebaya Terus Berlanjut
Perpisahan Bruno Moreira, Coach Tavares Sampaikan Terima Kasih
Empat Musim Penuh Kenangan, Bruno Moreira Berpamitan
Coach Tavares: Jefferson Adalah Bagian Penting Persebaya
Coach Tavares Sambut Gembira Bertahannya Francisco Rivera