Persebaya Surabaya tampil nyaris tanpa cela sepanjang babak pertama saat menjamu PSM Makassar. Bermain dengan intensitas tinggi dan disiplin, Bajol Ijo menutup paruh pertama dengan keunggulan 1-0.
Laga baru berjalan semenit, PSM langsung memberi ancaman melalui serangan dari sisi kanan pertahanan tuan rumah. Namun lini belakang Persebaya sigap membaca arah bola dan mampu menghalau potensi bahaya tersebut.
Memasuki menit kelima, Persebaya mulai mengambil alih kendali permainan. Tekanan demi tekanan dilancarkan. Sebuah tendangan bebas sempat diperoleh, tetapi peluang itu belum bisa dikonversi menjadi gol.
Dua menit berselang, serangan tuan rumah makin menggigit. Umpan silang Bruno Moreira mengarah tajam ke jantung pertahanan PSM. Gali Freitas menyambutnya dengan sundulan, namun bola masih melebar tipis di sisi gawang.
PSM tak tinggal diam. Tim berjuluk Juku Eja itu mengancam lewat situasi sepak pojok. Beruntung bagi Persebaya, penyelesaian akhir tim tamu belum menemui sasaran.
Menit ke-12, peluang emas pertama Persebaya lahir. Memanfaatkan skema serangan cepat, Francisco Rivera tinggal berhadapan dengan kiper PSM. Sayang, kesempatan emas itu belum mampu dimaksimalkan menjadi gol.
Setelahnya, pertandingan berjalan alot. Kedua tim saling beradu determinasi di lini tengah. Aliran bola kerap terhenti sebelum memasuki sepertiga akhir lapangan.
Kebuntuan coba dipecah pada menit ke-15. Catur Pamungkas melakukan penetrasi dari sisi kiri dan mengirim umpan cut back berbahaya. Namun bola terlalu deras dan mudah diamankan bek PSM.
Tekanan terus berlanjut. Dua menit kemudian, giliran Alfan Suaib yang menebar ancaman. Dengan percaya diri ia menusuk ke area pertahanan lawan, tetapi sepakan akhirnya masih melebar.
Persebaya benar-benar tampil agresif. Menit ke-18, Gali kembali membongkar sisi kiri pertahanan PSM sebelum mengirim umpan kepada Rivera. Kali ini, sepakan pemain asal Meksiko itu justru melambung di atas mistar.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-27. Aksi individu Gali Freitas menjadi pembeda. Pemain asal Timor Leste tersebut menusuk dari sisi kiri, melewati kawalan, lalu melepaskan sepakan placing terukur yang tak mampu dijangkau kiper. Stadion bergemuruh. Persebaya unggul 1-0.
Gol tersebut membuat tim asuhan Bernardo Tavares kian percaya diri. Dua menit berselang, Milos Raickovic hampir menggandakan keunggulan lewat sepakan jarak dekat, namun refleks kiper PSM masih menyelamatkan gawangnya.
Pada menit ke-35, pressing ketat yang diinisiasi Alfan Suaib memaksa lini belakang PSM melakukan pelanggaran. Dusan Lagator harus menerima kartu kuning setelah menghentikan pergerakan sang pemain muda.
Ancaman belum berhenti. Menit ke-38, Raickovic mencoba peruntungannya lewat tembakan spekulasi dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras dan hanya tipis dari sasaran.
Menit ke-39, peluang emas kembali tercipta. Jefferson merangsek dari sisi kanan dan mengirim umpan silang mendatar. Rivera yang menyambut di depan gawang gagal menaklukkan kiper PSM yang tampil sigap.
PSM berupaya merespons di sisa waktu babak pertama. Beberapa kali mereka mencoba menekan pertahanan Persebaya dan menguji Ernando Ari. Namun solidnya koordinasi lini belakang Bajol Ijo membuat setiap ancaman berhasil dipatahkan.
Menjelang turun minum, Bruno Moreira nyaris memperbesar keunggulan. Dalam posisi bebas, sang kapten melepas sepakan dari dalam kotak penalti, tetapi bola masih menyamping.
Hingga peluit babak pertama dibunyikan, Persebaya tetap memimpin 1-0. Sebuah paruh laga yang menunjukkan intensitas, disiplin, dan determinasi tinggi dari Bajol Ijo. (*)