Kiper Persebaya, Andhika Ramadhani dalam sesi konferensi pers setelah kalah lawan Bhayangkara. (Persebaya)

Kekalahan terasa lebih perih ketika terjadi di rumah sendiri. Itulah yang menerpa Persebaya usai dipaksa mengakui keunggulan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada lanjutan BRI Super League 2025/26, Sabtu (14/2) malam WIB.

Bermain di hadapan ribuan pendukung di Stadion Gelora Bung Tomo, Bajol Ijo harus menerima kenyataan pahit takluk 1-2 dari tim tamu. Hasil itu bukan sekadar angka di papan skor, tetapi juga meninggalkan rasa kecewa yang jelas terlihat di wajah penjaga gawang Andhika Ramadhani.

Dipercaya tampil sebagai starter menggantikan Ernando Ari yang cedera, Andhika menjalani laga keduanya musim ini bersama Persebaya. Namun malam yang diharapkan menjadi momentum pembuktian justru berubah menjadi mimpi buruk, setelah ia harus dua kali memungut bola dari gawangnya.

Seusai laga, Andhika dengan raut wajah berat, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada para Bonek dan Bonita yang tetap setia memenuhi tribun.

“Saya mewakili teman-teman pemain memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh suporter. Kami belum mampu memberikan hasil maksimal malam ini. Dukungan kalian sangat berarti, dan kami sadar hasil ini belum sesuai harapan,” ujarnya dalam sesi konferensi pers.

Ia menegaskan bahwa kekalahan ini tidak akan dibiarkan menjadi luka yang berlarut. Justru sebaliknya, momen pahit tersebut akan dijadikan bahan evaluasi untuk bangkit.

“Ini pelajaran penting buat kami. Kami harus belajar cepat, memperbaiki kesalahan, dan memastikan di pertandingan berikutnya tampil lebih kuat. Kami berjanji akan bangkit dan membalas kepercayaan kalian dengan kerja keras di lapangan,” pungkasnya. (*)

Populer

Kalah di GBT, Andhika Ramadhani Minta Maaf ke Bonek dan Bonita
Move On, Coach Tavares Minta Persebaya Cepat Bangkit
Akhir Pahit di GBT
Raih Satu Poin Lawan Persib U-20
Tertinggal Dua Gol di Babak Pertama
Amankan Tiga Poin di Kandang Persib U-18