Francisco Rivera dan Gilson Costa dalam sesi latihan di Stadion Gelora 10 Nopember, Kamis (8/5) sore. (Persebaya)

Kegagalan Persebaya mengamankan kemenangan dalam lawatan ke kandang Persik Kediri Senin lalu (5/5) begitu menyakitkan. Peluang menyodok ke urutan kedua klasemen Liga 1, harus tertunda. Pantang menyerah, Persebaya memburu kesempatan berikutnya saat melakoni matchday 32 melawan Semen Padang FC pada Minggu nanti (11/5) di Gelora Bung Tomo.

Menang. Itulah tekad Persebaya saat menjamu Kabau Sirah. Coach Paul Munster menekankan timnya untuk lebih ruthless, tak membuang-buang peluang demi mengamankan kemenangan.

Dalam empat pertandingan terakhir, Persebaya mampu mencetak enam gol dari total 48 tembakan. Dari jumlah tersebut, 21 tembakan memang mengarah ke gawang, rasio peluang menjadi gol menurut Coach Paul rendah, kurang bagus.

”Saat ini kami fokus menyerang dan mencetak gol, karena kami berjuang untuk merebut posisi kedua. Semua di tim berjuang untuk itu,” kata Munster jelang sesi latihan di Gelora 10 Nopember. ”Dalam pertandingan mendatang, kami harus menang. Kami tidak boleh bermain-main dengan penyelesaian akhir kami. Itulah yang akan kami kerjakan hari ini,” sambungnya.

Dalam latihan berdurasi 90 menit tersebut, Bruno Moreira dkk diberikan program pada simulasi tembakan langsung, kombinasi serangan, serta situasi satu lawan satu dengan kiper. Munster menilai, penyelesaian akhir yang klinis menjadi kunci untuk bisa bersaing di papan atas klasemen.

”Ada sejumlah peluang gol yang kami lewatkan begitu saja. Inilah yang harus kami perbaiki. Ketika kami mendapatkan peluang, kami harus memanfaatkannya,” tandasnya.

Dalam pertandingan melawan Persik, setidaknya ada lima peluang emas yang tidak mampu dikonversi menjadi gol. Keunggulan Persebaya 3-2 sampai detik-detik akhir, berhasil disamakan Persik berawal dari kesalahan koordinasi lini belakang Green Force. Unggul satu gol tidak pernah aman, harus lebih banyak gol untuk kill the game.

Ayo Rek, menang besar lawan Semen Padang. (*)

Populer

Tiga Gelar Piala Soeratin, Persebaya Jadi Kebanggaan Surabaya
Jeda Kompetisi, Reza Arya Tetap Jaga Kondisi dan Intensitas Latihan
Alan Maulana Dapat Panggilan Timnas Indonesia U-20 untuk Persiapan Piala Asia
5 Hal dari Laga Persebaya vs Garudayaksa yang Perlu Dicatat
Ditahan Garudayaksa, Toni Firmansyah Minta Maaf kepada Bonek-Bonita
Jeda Kompetisi, Persebaya Fokus Pulihkan Empat Pemain