Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman dalam sesi jumpa pers jelang Persebaya vs Persinga di kediaman Wakil Walikota Surabaya pada Jumat (15/2)(Persebaya)

Pantang meremehkan. Pesan itu diberikan Djadjang Nurdjaman dengan begitu tegas untuk para pemainnya. Pelatih Persebaya itu pun akan menurunkan skuad terbaik sebagai bentuk respek kepada Persinga Ngawi. 

Ya, Persebaya dan Persinga memang beda level. Liga 1 dan Liga 3. Praktis, di atas kertas skuad Green Force jauh di atas Persinga. ”Kalau kami tidak meremehkan dan menunjukkan permainan terbaik. Saya yakin kami akan meraih kemenangan,” kata Djanur dalam sesi konferensi pers siang ini, di kediaman wakil walikota Surabaya. ”Pantang bagi kami untuk meremehkan,” tegasnya.

Djanur menjelaskan, beberapa kali penundaan laga babak 32 besar melawan Persinga cukup merepotkan. Peak performance pemainnya sulit disusun. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sulitnya izin kepolisian membuat laga melawan Persinga sulit digelar. Hingga akhirnya menjadi single match dari sebelumnya home-away.

”Namun, hal ini juga ada hikmahnya. Kami jadi cukup waktu untuk mempersiapkan pemain-pemain baru. Baik dari segi teknis maupun administrasi,” papar Djanur. ”Kalau tidak ditunda, kami akan turun dengan kekuatan pas-pasan,” ungkapnya.

Penyelesaian proses administrasi sejumlah pemain Persebaya memang baru selesai tadi malam. Di antaranya dua pemain asing baru Amido Balde dan Manuchehr Jalilov.

”Karena sudah selesai, maka mereka akan kami turunka. Kami akan turun dengan kekuatan terbaik,” tegas Djanur. ”Balde dan Jalilov sudah hampir dari dua pekan berlatih bersama Persebaya. Jadi mereka sudah siap main,” pungkasnya. (*)

 

 

 

Populer

Terbang dari Makassar, Demi Bertemu Langsung Penggawa Persebaya
Jelang Green Force Run 2026, Penggawa Persebaya Turut Meriahkan RPC
Dicky Kurniawan Jagokan Argentina di Piala Dunia 2026
Yusuf Meilana Siap Berikan Segalanya untuk Persebaya
Dicky Kurniawan Sambut Positif Kolaborasi Persebaya dan Mayapada Hospital
Bangun Ekosistem Sports Medicine Terintegrasi Pertama di Indonesia