PERCAYA DIRI: Suasana konferensi pers menjelang laga Persebaya Surabaya vs Martapura FC di Semanggi Room, Graha Pena Surabaya, Rabu (26/7). (Foto: Angger Bondan/Jawa Pos)

INSIDEN lima jari dari ofisial Martapura FC Fahmiansyah saat menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Demang Lehman (30/4) sulit dilupakan Bonek. Apalagi, akhirnya Fahmiansyah terbukti bersalah dan mendapat hukuman dari Komdis PSSI.

Meski hukuman sudah diberikan, Bonek tidak lupa. "Kami akan membalas apa yang mereka (Martapura FC, Red) lakukan pada pertemuan pertama dengan suara. Kami akan terus bersuara untuk mendukung Persebaya. Tapi, di sisi lain, kami juga akan meneror Martapura FC sepanjang laga," jelas Husen Ghozali, salah seorang koordinator Green Nord, Bonek yang berada di tribun utara.

Meski Bonek sudah bertekad seperti itu, tamu tidak gentar. Para pemain Martapura sudah siap dengan risiko tersebut. Apalagi, itu memang laga tandang bagi mereka. Bahkan, winger Martapura Sandi Pratama menyatakan, tekanan pendukung Persebaya justru bisa membuat semangat timnya berlipat ganda.

"Ibaratnya, masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Kami main enjoy dan tenang saja," kata penggawa timnas Piala AFF U-19 2016 tersebut.

Bukan hanya pemain bernomor punggung 21 itu yang tetap percaya diri. Komentar senada diucapkan Aidil Bogel. Striker yang memborong dua gol saat menang 2-1 atas Persebaya pada bentrokan pertama tersebut juga mengaku tidak terlalu peduli dengan teror yang diberikan Bonek.

"Saya tidak akan berselebrasi berlebihan kalau nanti mencetak gol. Sebab, kami juga menghormati Bonek sebagai pendukung tuan rumah. Namun, permainan kami yang bagus akan membuat mereka terdiam," ujar Bogel. (io/c23/ham)

Populer

Terbang dari Makassar, Demi Bertemu Langsung Penggawa Persebaya
Jelang Green Force Run 2026, Penggawa Persebaya Turut Meriahkan RPC
Dicky Kurniawan Jagokan Argentina di Piala Dunia 2026
Yusuf Meilana Siap Berikan Segalanya untuk Persebaya
Dicky Kurniawan Sambut Positif Kolaborasi Persebaya dan Mayapada Hospital
Bangun Ekosistem Sports Medicine Terintegrasi Pertama di Indonesia