Skuad Persebaya U-13 saat menghadapi ASIOP U-13 di partai final Piala Soeratin 2026. (Istimewa)

Perjuangan Persebaya U-13 untuk membawa pulang trofi Piala Soeratin 2026 harus berakhir dengan air mata di babak adu penalti. Setelah bertarung sengit selama waktu normal, Green Force muda takluk 2-4 dari ASIOP U-13 dalam partai final di PSSI Training Center, Ibu Kota Nusantara, Sabtu (24/10). Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga peluit panjang, membuat penentuan gelar juara harus dilakukan dari titik putih.

Persebaya mengawali pertandingan dengan penuh percaya diri. Upaya Green Force muda untuk menekan pertahanan lawan membuahkan hasil pada menit ke-11. Ardi Firmansa sukses mencatatkan namanya di papan skor sekaligus membawa Persebaya unggul 1-0.

Gol tersebut menjadi suntikan semangat bagi anak asuh Agus Priyono. Persebaya berusaha menjaga keunggulan dan melanjutkan permainan dengan disiplin. Namun, ASIOP tidak tinggal diam. Lawan mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-34 setelah berhasil membobol gawang Persebaya yang dikawal Muhammad Sa'id. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, persaingan semakin ketat. Persebaya terus berupaya mencari peluang untuk kembali unggul, tetapi perjuangan mereka mendapat tantangan tambahan pada menit ke-69. Kapten tim, Adi Fathoni, menerima kartu kuning kedua sehingga harus meninggalkan lapangan lebih awal.

Bermain dengan sepuluh pemain pada sisa waktu pertandingan membuat perjuangan Green Force muda semakin berat. Meski demikian, para pemain tetap berusaha menjaga pertahanan dan mengimbangi permainan ASIOP hingga waktu normal berakhir. Skor imbang 1-1 pun memaksa kedua tim menjalani adu penalti.

Dalam babak penentuan tersebut, empat algojo ASIOP berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Sementara itu, dua penendang Persebaya, Aqiel Asyraf dan Ardi Firmansa, gagal mengonversi peluang menjadi gol. Persebaya akhirnya kalah 2-4 dan harus menerima posisi runner-up Piala Soeratin 2026.

Selepas pertandingan, pelatih Persebaya U-13 Agus Priyono tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya. Ia menilai anak asuhnya telah menunjukkan semangat juang tinggi sejak awal turnamen hingga pertandingan final.

“Anak-anak sudah berjuang dengan maksimal. Mereka mampu memberikan perlawanan dan berusaha mempertahankan peluang sampai pertandingan selesai. Hasil ini tentu mengecewakan, tetapi saya tetap bangga dengan kerja keras dan semangat yang mereka tunjukkan,” ujar Coach Agus.

Mengenai adu penalti, Coach Agus menilai hasil akhir kali ini belum berpihak kepada Persebaya. Menurutnya, dalam situasi penentuan seperti itu, ketenangan dan keberuntungan turut memengaruhi hasil, meski setiap pemain telah berusaha menjalankan tanggung jawabnya.

“Dalam adu penalti, semua kemungkinan bisa terjadi. Kami sudah berusaha, tetapi kali ini hasilnya belum berpihak kepada Persebaya. Anak-anak masih harus belajar dari pengalaman ini, bangkit, dan menjadikannya bekal untuk berkembang lebih baik ke depan,” jelasnya.

Direktur Amatir Persebaya, Saleh Hanifah, juga mengapresiasi perjuangan tim U-13 yang mampu melangkah hingga partai final. Menurutnya, keberhasilan mencapai laga puncak merupakan hasil kerja keras para pemain, pelatih, dan seluruh elemen yang mendukung perjalanan tim sepanjang turnamen.

“Kami mengapresiasi perjuangan anak-anak yang sudah memberikan kemampuan terbaik hingga final. Tentu semua ingin menjadi juara, tetapi perjalanan mereka sampai tahap ini patut dihargai. Pengalaman ini penting untuk membentuk mental dan karakter mereka sebagai pemain muda,” tandasnya. (*)

Populer

Waamanat Kembali Jadi Batu Sandungan, Persebaya U-17 Gagal Juara Piala Soeratin
Empat Talenta Persebaya ke Piala Dunia U-15, Ganesha: Pembinaan di Jalur Tepat
Takluk Adu Penalti, Persebaya U-13 Akhiri Piala Soeratin sebagai Runner-up
Bonek-Bonita Galang Kepedulian, BDRT Salurkan 30 Ribu Masker ke Kalimantan
Persebaya Gagal Maksimalkan Peluang, Francisco Rivera Minta Tim Berbenah
Coach Tavares Kecewa Persebaya Takluk dari PSM