Dimas Aditya mencoba melewati penjagaan pemain bertahan Persis U-16. (Persebaya)

Persebaya U-16 harus mengakui keunggulan Persis U-16 dalam lanjutan matchday 34 Elite Pro Academy 2025/26. Bermain di Lapangan A Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (26/4) pagi, Bajol Ijo kalah dengan skor 1-3.

Persebaya U-16 tampil kurang menggigit sejak awal pertandingan. Tempo permainan yang lambat membuat mereka kesulitan keluar dari tekanan. Situasi itu dimanfaatkan dengan baik oleh Persis U-16 yang tampil lebih agresif dan efektif.

Tak pelak, tiga gol bersarang di gawang yang dikawal Arvel Dafa Perdana pada babak pertama. Lini pertahanan Bajol Ijo terlihat kewalahan menghadapi tekanan bertubi-tubi dari tim tamu.

Memasuki babak kedua, Persebaya U-16 mencoba bangkit. Intensitas permainan mulai meningkat dan beberapa peluang berhasil diciptakan. Upaya itu berbuah gol pada menit ke-54 melalui Kevin Aditya Siswanto yang memanfaatkan bola rebound hasil eksekusi penalti.

Selepas pertandingan, pelatih Persebaya U-16 Mat Halil menyoroti penampilan anak asuhnya, terutama di babak pertama yang dinilai belum menunjukkan karakter permainan tim.

“Kami terlalu lambat di awal pertandingan. Dari sisi fokus dan kesiapan, pemain belum maksimal. Hal seperti ini tidak boleh terulang karena di level ini, kesalahan kecil bisa langsung dihukum lawan,” ujarnya.

Meski kecewa dengan hasil akhir, pelatih berusia 46 tahun itu tetap melihat ada hal positif dari respons tim di babak kedua. Menurutnya, para pemain menunjukkan semangat untuk bangkit meski dalam kondisi tertinggal.

“Di babak kedua kami bermain lebih baik. Ada peningkatan dari segi keberanian dan intensitas. Ini yang harus dipertahankan dan ditingkatkan ke depan,” tambahnya.

Kekalahan ini membuat Persebaya U-16 tetap berada di peringkat ketiga Grup B dengan koleksi 48 poin. Evaluasi menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan agar tim bisa kembali ke jalur positif di pertandingan berikutnya. (*)

Populer

Jelang Green Force Run 2026, Penggawa Persebaya Turut Meriahkan RPC
Dicky Kurniawan Jagokan Argentina di Piala Dunia 2026
Yusuf Meilana Siap Berikan Segalanya untuk Persebaya
Dicky Kurniawan Sambut Positif Kolaborasi Persebaya dan Mayapada Hospital
Bangun Ekosistem Sports Medicine Terintegrasi Pertama di Indonesia
Ricky Pratama: Coach Tavares Jadi Alasan Saya Memilih Persebaya