Pelatih Bernardo Tavares menyoroti aspek mental para pemain Persebaya setelah kekalahan telak dari Persija Jakarta. Menurutnya, gol cepat yang bersarang di gawang Bajol Ijo menjadi titik balik yang memengaruhi jalannya pertandingan.
Persebaya harus mengakui keunggulan Persija dalam laga pekan ke-27 Super League Indonesia 2025/26. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (11/4) malam, Bajol Ijo takluk dengan skor 0-3.
Tekanan sudah dirasakan Persebaya sejak awal laga. Situasi semakin berat ketika gawang mereka jebol lebih dulu pada menit ke-16. Wasit menunjuk titik putih setelah melakukan pengecekan Video Assistant Referee (VAR) yang menyatakan terjadi pelanggaran pemain Persebaya di dalam kotak penalti.
Eksekusi penalti yang dilepaskan pemain Persija tak mampu dibendung penjaga gawang Persebaya, Andhika Ramadhani. Gol tersebut langsung mengubah ritme pertandingan. Seusai laga, Tavares menilai gol pertama itu berawal dari kesalahan mendasar yang seharusnya bisa dihindari.
“Gol pertama yang kami terima berawal dari kesalahan yang sangat mendasar. Itu yang membuat saya kecewa. Padahal sejak awal pekan kami sudah membahas kemungkinan situasi seperti penalti atau kesalahan yang bisa berujung gol,” ujar pelatih asal Portugal tersebut dalam sesi konferensi pers.
Setelah gol tersebut, Persija tampil semakin percaya diri. Dukungan puluhan ribu suporter di GBK membuat tuan rumah bermain dengan energi lebih besar.
“Setelah gol penalti itu, Persija bermain semakin nyaman. Apalagi mereka didukung ribuan suporternya di stadion. Kami terlalu banyak memberikan ruang kepada mereka,” tambahnya.
Persebaya mencoba bangkit, tetapi tekanan dari tuan rumah membuat permainan Bajol Ijo tidak berkembang. Di babak kedua, Persija mampu menambah dua gol lagi yang membuat situasi semakin sulit bagi tim tamu.
Tavares menilai kondisi tersebut berkaitan erat dengan mental para pemain yang mulai goyah setelah tertinggal.
“Ketika situasi tidak berjalan baik, kontrol emosi dan fokus kami menurun. Hal seperti itu tidak boleh terjadi jika kami ingin menjadi tim yang lebih baik. Mentalitas juga harus diperbaiki,” tegasnya.
Ia mengakui bermain di markas Persija dengan atmosfer stadion yang penuh selalu menjadi tantangan berat bagi tim mana pun. Meski demikian, Tavares menegaskan kekalahan ini harus menjadi bahan evaluasi penting bagi timnya.
“Hari ini memang bukan hari kami. Kami harus belajar dari pertandingan ini. Saya tidak suka kalah, begitu juga para pemain. Tetapi kekalahan ini harus menjadi pelajaran bagi kami. Selamat untuk Persija,” pungkasnya. (*)