Toni Firmansyah dipressing oleh dua pemain Persib Bandung. (Persebaya)

Toni Jawab Kepercayaan dari Sayap, Persebaya Selamatkan Poin

Kepercayaan itu datang di tengah tekanan. Saat Persebaya tertinggal 1-2 dan kehilangan Sadida karena cedera pada menit ke-54, Toni Firmansyah masuk dan diplot sebagai winger kanan. Keputusan itu berbuah manis. Lima menit jelang bubaran, umpan silangnya disambar Francisco Rivera menjadi gol penyeimbang. Skor berubah 2-2.

Bagi Toni, penempatan di posisi winger bukan hal yang dipersoalkan. Ia menegaskan siap bermain di mana pun tim membutuhkan. Menurutnya, peran tersebut murni bagian dari skema yang sudah disiapkan tim pelatih.

"Tentu saja, saya selalu siap ditempatkan di posisi mana pun, baik di tengah lapangan maupun di sayap. Saya selalu siap. Tapi aslinya, saya adalah seorang gelandang," kata Toni dalam sesi konferensi pers seusai laga.

"Bagi saya, bermain di posisi sayap tentu mengikuti skema dari Coach Tavares. Sebelum bertanding, saya diberikan kepercayaan untuk bermain sebagai sayap, itu saja. Saya ingin memberikan hasil yang seimbang bagi kedua tim, tapi tentu saja terkadang kami juga ingin menang," tambahnya.

Masuk di babak kedua, Toni memberi warna berbeda di sisi kanan. Agresivitas, kecepatan, dan keberaniannya dalam duel satu lawan satu membuat pertahanan lawan lebih berhati-hati. Puncaknya pada menit ke-85, ketika ia melepas umpan matang yang diselesaikan Rivera menjadi gol penyama kedudukan.

Sementara itu, Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengungkapkan keputusan memainkan Toni sebagai sayap kanan sudah dipertimbangkan sejak sesi official training.

"Ya, kami memasang Toni sebagai penyerang sayap kanan karena Toni agresif, punya kecepatan, dan teknik yang bagus. Kemarin dia sempat berlatih sedikit di posisi ini saat latihan resmi (official training). Kami mendiskusikan kemungkinan dia bermain di sana hari ini, dan hasilnya bagus; dia bermain dan mencetak satu assist sebagai pemain sayap kanan," jelasnya.

Menurut Tavares, kontribusi tersebut tak lepas dari dinamika kolektif tim.

"Jika kita punya pemain yang memang dikontrak khusus sebagai striker murni, mungkin kita bisa mencetak lebih banyak gol atau mungkin tidak, kita tidak pernah tahu. Saya rasa dalam permainan kolektif, dinamika, sikap, fokus, dan intensitaslah yang terkadang membuat perbedaan. Hari ini saya rasa ada momen-momen bagus dalam pertandingan di mana kita menunjukkan hal itu," tandasnya. (*)

BERITA LAINNYA