Skuad Persebaya U-18 saat jelang melawan Madura United FC U-18. (Istimewa)

Persebaya U-18 terus menunjukkan tajinya di Elite Pro Academy (EPA) One 2026/2027. Kali ini, Madura United FC U-18 menjadi korban keganasan Green Force muda setelah dihajar dengan skor telak 6-1 di Madura United Training Ground, Minggu (18/10). Kemenangan tersebut sekaligus menjaga rekor sempurna Persebaya dalam enam pertandingan awal musim ini.

Yusuf Ardiansyah menjadi bintang utama dalam kemenangan besar tersebut. Penyerang Green Force muda itu tampil tajam dengan memborong empat gol masing-masing pada menit ke-5, 14, 38, dan 45+2. Ketajamannya menjadi bukti betapa berbahayanya lini serang Persebaya ketika mendapatkan ruang untuk mengembangkan permainan.

Pesta gol Persebaya dibuka Yusuf pada menit kelima. Sembilan menit berselang, dia kembali mencatatkan namanya di papan skor. Dominasi Green Force muda berlanjut lewat gol Felix Alberto pada menit ke-19, sebelum Yusuf melengkapi penampilan gemilangnya dengan dua gol tambahan menjelang turun minum.

Persebaya pun menutup babak pertama dengan keunggulan yang meyakinkan. Setelah jeda, Green Force muda tetap menjaga intensitas permainan. Arka Bryprasetyo kemudian menyempurnakan kemenangan Persebaya melalui gol pada menit ke-70. Sementara itu, Madura United U-18 hanya mampu membalas satu gol.

Hasil ini semakin menegaskan konsistensi Persebaya U-18 sepanjang kompetisi. Dari enam pertandingan yang telah dijalani, Green Force muda selalu keluar sebagai pemenang. Koleksi 18 poin menjadi bukti kuat bahwa tim mampu menjaga performa sekaligus mempertahankan momentum positif di tengah ketatnya persaingan EPA One musim ini.

Pelatih Persebaya U-18, Fani Setyo, menilai perkembangan permainan anak asuhnya terus menunjukkan tren positif dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Menurut dia, peningkatan tersebut terlihat dari cara pemain menjalankan instruksi, menjaga disiplin, dan memaksimalkan peluang di depan gawang.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas hasil ini. Anak-anak menunjukkan perkembangan yang baik dari pertandingan ke pertandingan. Namun, kami tidak boleh cepat puas. Masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki agar permainan tim semakin matang,” kata Coach Fani.

Kemenangan dengan selisih lima gol ini juga menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Alfredo Nararya dan kolega. Meski demikian, Coach Fani mengingatkan para pemain agar tetap membumi dan menjaga fokus. Perjalanan kompetisi masih panjang sehingga konsistensi akan menjadi kunci untuk mempertahankan posisi di papan atas.

“Hasil ini tentu bagus untuk mental pemain. Mereka semakin percaya diri, tetapi kami ingin anak-anak tetap rendah hati, terus bekerja keras, dan menjaga semangat yang sama pada pertandingan berikutnya,” jelasnya.

Enam kemenangan dari enam laga menjadi modal berharga bagi Persebaya U-18 untuk melanjutkan persaingan di EPA One 2026/2027. Dengan produktivitas lini depan yang terus terjaga dan mental tim yang semakin kuat, Green Force muda bertekad mempertahankan tren positif sekaligus terus berkembang sepanjang musim. (*)

Populer

Hanya Raih Satu Poin di GBT, Ernando Ari Tak Bisa Menutupi Kekecewaan
Persebaya Ditahan PSS, Coach Tavares: Pemain Sudah Berusaha Maksimal
Sempat Tertinggal, Persebaya U-17 Mengamuk dan Hajar Lahat FC 6-1
Persebaya U-20 Tutup Matchday Keenam dengan Kemenangan Meyakinkan
Gol Telat Miguel Pereira Selamatkan Persebaya dari Kekalahan, Laga Berakhir 2-2
Sempat Tertinggal, Persebaya Tutup Babak Pertama dengan Skor 1-1