Aleandro Alan Maulana menjadi perwakilan Persebaya di Timnas Indonesia yang sukses mengantarkan Garuda Muda mentas di Piala Asia U-20. (Instagram/@aleandroo.01)

Ada cerita dari penggawa Persebaya di balik keberhasilan Timnas Indonesia U-20 melangkah ke putaran final Piala Asia U-20 2027. Sosok itu adalah Aleandro Alan Maulana.

Pemain yang akrab disapa Alan tersebut menjadi salah satu wakil Persebaya dalam perjuangan Garuda Muda pada Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 di Laos. Puncaknya terjadi pada Minggu (6/9). Alan tampil penuh saat Indonesia menghadapi Australia di Stadion Lao National Stadium, KM16.

Selama 90 menit, pemain 18 tahun itu ikut menjaga perjuangan Indonesia hingga peluit akhir berbunyi. Garuda Muda menang 2-0 atas Australia sekaligus memastikan langkah ke putaran final Piala Asia U-20 2027.

Bagi Alan, kesempatan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan yang masih panjang. Ia datang ke pemusatan latihan setelah dipanggil bersama 25 pemain lainnya. Persebaya sejatinya memiliki dua pemain dalam tahap awal pemanggilan, termasuk Dimas Adi Prasetyo. Namun, setelah melalui seleksi akhir, Alan menjadi satu-satunya penggawa Green Force yang masuk skuad final Kualifikasi Piala Asia U-20.

Indonesia berada di Grup H bersama Australia, Laos, dan Malaysia. Dari tiga pertandingan, skuad asuhan Nova Arianto mencatatkan dua kemenangan dan sekali imbang.

Alan pun mendapatkan kepercayaan bermain dalam seluruh laga tersebut. Dua di antaranya ia jalani sejak menit awal hingga pertandingan berakhir. Satu penampilan lainnya datang sebagai pemain pengganti. Tidak hanya membantu menjaga permainan tim, Alan juga menyumbangkan satu assist ketika Indonesia menghadapi Laos.

Perjalanan itu akhirnya ditutup dengan kemenangan penting atas Australia. Hasil tersebut sekaligus menjadi tiket bagi Garuda Muda untuk tampil di putaran final Piala Asia U-20 2027 di Tiongkok tahun depan.

"Saya tentu merasa bangga bisa menjadi bagian dari perjuangan Timnas Indonesia sampai akhirnya lolos ke putaran final Piala Asia U-20. Pengalaman selama di timnas sangat berharga bagi saya. Saya bersyukur mendapat kepercayaan untuk bermain dan bisa membantu tim meraih hasil yang diinginkan," ujar Alan.

 

Lebih dari hasil pertandingan, pengalaman bersama Timnas Indonesia menjadi bekal berharga bagi Alan untuk kembali melanjutkan proses bersama Persebaya.

Ia mendapatkan kesempatan merasakan persaingan di level internasional, menghadapi lawan-lawan dengan karakter berbeda, sekaligus belajar menjaga konsistensi selama menjalani pertandingan.

"Selama bersama timnas, saya mendapatkan banyak pengalaman baru. Saya belajar dari pelatih dan pemain lain, terutama bagaimana menjaga fokus, disiplin, dan menjalani pertandingan dengan tanggung jawab. Semua pengalaman itu tentu ingin saya bawa kembali ke Persebaya agar bisa terus berkembang dan memberikan yang terbaik ketika mendapat kesempatan bermain," lanjutnya.

Harapan serupa datang dari manajer Persebaya, Sidik Maulana Tualeka. Pria yang akrab disapa Alex tersebut melihat pengalaman internasional sebagai bagian penting dalam proses perkembangan pemain muda.

"Kami berharap dia bisa berproses di Timnas, menimba ilmu sebanyak mungkin, punya pengalaman internasional juga bagus, punya menit bermain di Timnas juga tinggi, sehingga saat mereka kembali ke Persebaya, mereka bisa bantu tim ini untuk berkompetisi di musim baru," ujar Alex.

Perjalanan Alan menuju titik ini pun tidak datang dalam semalam. Ia mengawali langkahnya dari SSB Untag Rosita. Dari sana, kerja keras membawanya mengikuti seleksi Elite Pro Academy (EPA) Persebaya pada 2022.

Sejak bergabung dalam pembinaan Persebaya, Alan perlahan menapaki setiap tahapan. Kesempatan berlatih bersama skuad utama pun akhirnya datang. Namun, perjalanan tersebut sempat terhenti oleh cedera patah tangan.

Situasi itu menjadi salah satu ujian awal dalam kariernya. Alan memilih bangkit. Dukungan dari pelatih dan para pemain senior membuatnya kembali percaya diri untuk menjalani proses pemulihan dan mengejar target yang sempat tertunda.

Kerja keras tersebut kemudian membawanya ke momen yang selama ini dinantikan. Alan mendapatkan kesempatan menjalani debut bersama tim senior Persebaya ketika menghadapi PSM Makassar.

Musim lalu, ia mencatatkan dua penampilan bersama Green Force. Keduanya dijalani sebagai pemain pengganti. Meski menit bermainnya masih terbatas, setiap kesempatan menjadi pengalaman penting untuk memahami tuntutan sepak bola di level senior.

Kini, Alan memiliki pengalaman tambahan. Setelah menjalani persaingan di level internasional dan ikut mengantarkan Indonesia menuju putaran final Piala Asia U-20, ia akan kembali ke Surabaya dengan membawa cerita, pelajaran, dan kepercayaan diri baru.

Perjalanan bersama Timnas Indonesia boleh saja menjadi satu bab penting. Namun, bagi Alan, halaman berikutnya sudah menunggu bersama Persebaya.

Dari lapangan latihan EPA, debut bersama tim senior, hingga bermain penuh menghadapi Australia, langkah Alan terus bergerak. Perlahan, satu per satu pengalaman dikumpulkan untuk membentuk pemain muda yang semakin matang.

Kini saatnya kembali ke rumah, melanjutkan proses, dan terus berjuang untuk Persebaya. (*)

Populer

Rp4,5 Juta untuk Satu Musim Bersama Persebaya
Alan dan Pelajaran dari Timnas U-20
Erupsi Anak Krakatau, Persebaya Jalani Perjalanan Panjang ke Surabaya
Rian Syukuri Satu Poin dari Lampung
Satu Poin dari Lampung, Coach Tavares Akui Laga Berjalan Sulit
Curi Satu Poin di Lampung pada Pekan Perdana Super League