Penyerang Persebaya, Ramadhan Sananta, memiliki gambaran mengenai kekuatan Penang FC. Pengalaman menghadapi klub asal Malaysia tersebut menjadi modal tambahan bagi Sananta sebelum kembali bertemu dalam laga International Friendly Match di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (15/8) malam WIB.
Sananta pernah menghadapi Penang FC ketika masih memperkuat DPMM FC pada Liga Malaysia musim 2025/26. Pengalaman itu membuat pemain berusia 23 tahun tersebut sedikit banyak memahami karakter permainan calon lawannya.
“Saya pernah menghadapi Penang ketika masih bermain di DPMM FC. Kalau tidak salah, kami menang saat bermain di kandang, kemudian ketika bertandang ke markas mereka kami kalah. Jadi, sedikit banyak saya sudah mengetahui karakter Penang,” ujar Sananta di Lapangan C, Kamis (13/8).
Pengalaman tersebut didapat Sananta ketika menjalani musim pertamanya berkarier di luar Indonesia. Bersama DPMM FC, ia merasakan persaingan Liga Malaysia sekaligus beradaptasi dengan atmosfer sepak bola negara tetangga.
Meski demikian, Sananta tidak ingin terlalu mengandalkan pengalaman masa lalu. Menurutnya, Penang FC yang akan dihadapi Persebaya kali ini bisa saja memiliki komposisi dan kekuatan berbeda.
“Namun, mereka sekarang tentu memiliki tim yang berbeda dan mungkin sudah berkembang lebih baik. Kami juga akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk pertandingan nanti,” jelas pemain yang telah mengoleksi 18 caps bersama Timnas Indonesia tersebut.
Sananta pun memastikan dirinya bersama seluruh penggawa Bajol Ijo siap menyambut pertandingan di GBT. Bagi mantan penyerang DPMM FC itu, laga internasional tersebut menjadi kesempatan untuk terus mengasah kesiapan sebelum kompetisi musim 2026/27 dimulai.
“Kami tentu sangat siap menghadapi pertandingan pada 15 Agustus nanti. Sebagai pemain, kami ingin memberikan yang terbaik dan tampil maksimal di pertandingan tersebut,” tegasnya.
Di tengah persiapan menghadapi Penang FC, Sananta juga merasakan proses adaptasinya bersama Persebaya semakin berjalan baik. Bergabung pada musim ini, ia harus membangun koneksi dengan banyak pemain baru lainnya yang sama-sama sedang membentuk fondasi tim.
Sananta menilai proses tersebut kini sudah mendekati tahap yang diharapkan. Namun, ia menyadari masih ada sejumlah detail kecil yang perlu terus dibangun melalui latihan dan pertandingan.
“Kalau menggunakan persentase, mungkin sudah hampir 100 persen. Tinggal beberapa hal kecil yang masih perlu kami bangun, terutama chemistry dan kebersamaan,” tuturnya.
Menurut Sananta, pertandingan seperti menghadapi Penang FC dapat menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Bermain bersama dalam atmosfer pertandingan akan membantu para pemain semakin memahami karakter dan kebiasaan satu sama lain.
“Saya datang sebagai pemain baru, begitu juga dengan beberapa pemain lainnya. Jadi, kami harus terus membangun chemistry, terutama melalui pertandingan,” pungkas Sananta. (*)