Menjelang 99th Anniversary Game menghadapi PSIS Semarang, persiapan Persebaya tidak hanya berfokus pada aspek teknis, taktis, maupun fisik di lapangan. Di balik setiap sesi latihan yang dijalani pemain, tim medis Green Force juga memiliki peran penting dalam memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi terbaik untuk menjalani program yang telah disusun tim pelatih.
Salah satu langkah yang dilakukan Persebaya adalah melakukan pemantauan kondisi pemain secara berkala melalui dua jenis kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah latihan. Metode ini menjadi bagian dari pendekatan sports science yang diterapkan untuk membantu menjaga performa sekaligus meminimalkan risiko kelelahan maupun cedera.
Dokter tim Persebaya, dr. Hansel, menjelaskan bahwa setiap pemain secara rutin mengisi wellness questionnaire sebelum latihan dan Rate of Perceived Exertion (RPE) setelah latihan berakhir.
"Di Persebaya, setiap pemain mengisi dua jenis kuesioner secara rutin. Yang pertama adalah wellness questionnaire sebelum latihan, dan yang kedua adalah kuesioner RPE setelah latihan. Secara umum, kedua instrumen ini digunakan untuk memantau kondisi pemain sebelum dan sesudah menjalani sesi latihan," ujar dr. Hansel di Lapangan C Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (17/7).
Wellness questionnaire merupakan instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat kesiapan pemain sebelum menjalani latihan. Melalui kuesioner tersebut, pemain memberikan informasi terkait kualitas tidur, tingkat kelelahan, kondisi otot, suasana hati, hingga proses pemulihan yang mereka rasakan setelah aktivitas sebelumnya.
Data tersebut kemudian dianalisis oleh tim medis dan tim pelatih untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi fisik maupun mental pemain sebelum memasuki sesi latihan.
Sementara itu, RPE atau Rate of Perceived Exertion merupakan metode penilaian subjektif yang digunakan untuk mengetahui seberapa berat latihan yang dirasakan pemain. Skala yang digunakan berkisar antara angka satu hingga sepuluh, dengan angka yang lebih tinggi menunjukkan tingkat usaha dan kelelahan yang lebih besar setelah menjalani latihan.
Melalui instrumen tersebut, tim pelatih dapat membandingkan intensitas latihan yang telah direncanakan dengan beban yang benar-benar dirasakan oleh pemain di lapangan.
Dengan menggabungkan data dari wellness questionnaire dan RPE, Persebaya memiliki dasar yang lebih akurat dalam mengambil keputusan terkait program latihan maupun pemulihan pemain.
"Kuesioner wellness yang diisi pemain sebelum latihan digunakan oleh tim medis dan tim pelatih untuk mengetahui tingkat kesiapan pemain dalam menjalani sesi latihan. Melalui data tersebut, kami bisa melihat bagaimana proses pemulihan yang dilakukan pemain di rumah, apakah ada keluhan tertentu, serta bagaimana kondisi fisik mereka sebelum memasuki lapangan," ucapnya.
"Kuesioner RPE digunakan untuk mengukur tingkat kelelahan atau beban latihan yang dirasakan pemain setelah menjalani sesi latihan. Penilaian ini sepenuhnya berasal dari persepsi pemain terhadap intensitas latihan yang mereka jalani," tambahnya.
Dr. Hansel menjelaskan, data yang diperoleh dari kedua instrumen tersebut membantu tim pelatih dalam mengevaluasi efektivitas program latihan yang sedang berjalan. Dari sana, staf pelatih dapat mengetahui apakah beban latihan yang diberikan sudah sesuai dengan target yang telah direncanakan.
Sebagai contoh, apabila sesi latihan dirancang dengan intensitas rendah tetapi pemain memberikan nilai RPE yang tinggi, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa ada faktor tertentu yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.
"Apabila dari hasil wellness questionnaire diketahui ada pemain yang belum berada dalam kondisi optimal untuk berlatih, maka tim pelatih dapat menyesuaikan program latihan secara individual, baik dengan menurunkan intensitas maupun mengurangi volume latihan sesuai kebutuhan pemain tersebut," katanya.
Dokter lulusan Universitas Brawijaya tersebut menegaskan bahwa data-data yang dikumpulkan setiap hari memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara performa dan kondisi fisik pemain selama masa persiapan.
"Data ini sangat penting karena tim pelatih sudah merancang setiap sesi latihan dengan target intensitas tertentu. Setelah latihan selesai, pemain akan memberikan penilaian apakah intensitas yang mereka rasakan sesuai dengan yang direncanakan atau tidak," jelasnya.
Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya Persebaya untuk memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi optimal saat menghadapi PSIS Semarang pada 99th Anniversary Game yang akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (19/7). Di tengah antusiasme menyambut laga spesial tersebut, Green Force terus memadukan kerja keras di lapangan dengan pemantauan kondisi pemain secara menyeluruh agar dapat tampil maksimal di hadapan Bonek dan Bonita. (*)