Mikael Alfredo Tata menjawab kepercayaan dengan cara yang impresif. Masuk dari bangku cadangan, ia tampil sebagai pembeda dan memperkuat kesan sebagai supersub saat Persebaya menghadapi Arema FC.
Dalam laga lanjutan pekan ke-30 Super League 2025/26 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bajol Ijo tampil dominan dan menang telak 4-0. Kemenangan ini kembali menegaskan superioritas Persebaya di Derby Jatim.
Tata masuk pada menit ke-60 menggantikan Riyan Ardiansyah. Dipasang di sisi sayap, pemain berusia 21 tahun itu langsung memberi energi baru dalam permainan. Pergerakannya lincah, agresif, dan efektif dalam membuka ruang serangan.
Kontribusinya terasa nyata. Pada menit ke-86, Tata mencetak gol yang menutup pesta kemenangan Persebaya. Ia juga sebelumnya mencatatkan satu assist untuk gol ketiga yang dicetak Francisco Rivera, membuat perannya semakin lengkap di laga tersebut.
“Pertama-tama puji Tuhan. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada staf, tim pelatih, ofisial, serta semua rekan yang selalu mendukung saya,” ujar Tata.
Penampilan tersebut menjadi sinyal bahwa Tata mulai menemukan ritme terbaiknya bersama tim. Namun, ia menegaskan bahwa semua yang diraihnya adalah hasil kerja kolektif.
“Semua ini tidak lepas dari kerja keras dan bantuan dari pelatih serta teman-teman di tim. Tanpa mereka, saya bukan apa-apa. Saya bersyukur bisa memberikan kontribusi berupa gol dan assist untuk tim,” jelasnya.
Pemain asal Papua itu berharap performa ini menjadi pijakan untuk terus berkembang ke depan.
“Saya berharap ini bisa menjadi motivasi tambahan untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan kontribusi yang lebih besar lagi,” ujarnya.
Laga ini juga memiliki nuansa tersendiri bagi Tata. Ia pernah menjadi bagian dari Arema FC pada musim 2023 dengan catatan 13 penampilan. Pengalaman itu menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
Bagi Tata, masa lalu adalah proses pembelajaran. Ia pernah merasakan dinamika persaingan dan tekanan di klub sebelumnya, yang kini membentuk mental dan kedewasaannya sebagai pemain profesional.
Pertemuan kembali dengan mantan tim menjadi momen refleksi, sekaligus pembuktian atas perkembangan dirinya. Meski mencetak gol ke gawang mantan tim, pemain berusia 21 tahun itu tetap menjaga profesionalisme.
“Bagi saya tidak ada perbedaan. Saya adalah seorang profesional yang bermain untuk Persebaya, dan saya akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk tim ini,” tegasnya.
Penampilan gemilang di laga derby ini tidak membuatnya cepat puas. Tata memilih tetap membumi dan fokus pada proses.
“Saya akan tetap fokus menjalankan instruksi dari pelatih dan staf, serta terus belajar dari para senior. Yang terpenting, saya ingin tetap rendah hati dalam setiap proses,” pungkasnya. (*)